Melalui Projek Kuliah, Mahasiswa Bahasa Inggris PNP Kenalkan Potensi Desa Guranjhil

Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris PNP saat melaksanakan projek mata kuliah Workshop on Communication in Creative Industry di Desa Wisata Guranjhil. Sabtu, 13 Juni 2026

 Foto: Nurul Aisyah Haq



CREWPERS.ID — Belajar bahasa Inggris tidak melulu berkutat pada teori di dalam ruang kelas. Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang (PNP) membuktikannya lewat pengalaman langsung di lapangan. Lewat projek mata kuliah Workshop on Communication in Creative Industry, mereka menerapkan ilmu komunikasi sekaligus mempromosikan potensi Desa Wisata Guranjhil kepada khalayak luas..

Projek ini hadir sebagai model pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Di sini, mahasiswa dituntut menghasilkan karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi sektor pariwisata lokal. Melani Azkarima, Ketua Kelompok 3 yang terlibat langsung, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membantu mengembangkan Desa Wisata Guranjhil agar lebih dikenal. Projek lapangan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah portofolio mereka.

“Tujuannya adalah membantu mengembangkan Desa Wisata Guranjhil agar dikenal oleh masyarakat luar. Selain itu, projek ini dapat menjadi wadah penerapan teori di kelas menjadi praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Pelaksanaan projek ini sudah bergulir sejak awal perkuliahan pada bulan Februari lalu. Sebelum terjun langsung ke lokasi, para mahasiswa melakukan persiapan matang di kampus mulai dari menyusun konsep hingga menyusun daftar pertanyaan pemandu. Di lapangan, mahasiswa disebar ke beberapa titik potensial seperti kawasan homestay penduduk hingga Pantai Paingan guna mengumpulkan data primer.

Penerapan ilmu bahasa Inggris diwujudkan secara konkret lewat pembuatan booklet panduan wisata berbahasa Inggris. Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga memproduksi materi komunikasi visual dan video kreatif sebagai media promosi digital. Selama proses pengambilan data, masyarakat setempat menyambut hangat dan membantu mahasiswa dalam memberikan informasi sejarah serta keunikan desa mereka.

Kendati demikian, proses pengerjaan produk komunikasi ini bukannya tanpa hambatan. Kelompok mahasiswa sempat kesulitan mengambil dokumentasi visual untuk tradisi nelayan Maelo Pukek akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Sebagai solusinya, mereka menyusun rencana cadangan dengan memaksimalkan kompilasi footage sekunder yang berhasil didapatkan selama kegiatan berlangsung.

Bagi mahasiswa, turun langsung ke Desa Guranjhil memberikan warna baru dalam proses perkuliahan mereka. Kegiatan luar kelas seperti ini memaksa mereka melatih kepekaan sosial, kemampuan desain, produksi konten, hingga pemecahan masalah secara berkelompok. Dinamika di lapangan memberikan pelajaran yang tidak tertulis di dalam buku teks teoretis kampus.

“Pelajaran yang saya dapatkan yaitu cara menjadi ketua yang dapat merangkul semua anggota. Selain itu, saya mendapat pengalaman baru dengan terjun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan projek ini,” tutup Melani.

 

Nama              : Ayu Putri Jamalia - 3B D4 Bahasa Inggris KBP

Editor              : Rahma Aurella - 3B D4 Bahasa Inggris KBP



 

Previous Post Next Post