![]() |
| Foto Ilustrasi |
Kesibukan kuliah dan tekanan akademik membuat mahasiswa menjadi salah
satu kelompok yang rentan mengalami gangguan asam lambung atau Gastroesophageal
Reflux Disease (GERD). Kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan yang tidak
teratur, stres, serta kebiasaan mengonsumsi kafein secara berlebihan.
|
Di Sumatera Barat, fenomena ini juga menjadi perhatian. Aktivitas
perkuliahan yang padat membuat banyak mahasiswa mengabaikan waktu makan, kurang
istirahat, hingga bergantung pada kopi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dapat berdampak langsung pada
kesehatan pencernaan. Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan oleh Sere Monya Simanjuntak pada mahasiswa
kedokteran Universitas Jambi, mahasiswa memiliki risiko lebih tinggi mengalami
GERD akibat kombinasi stres akademik, pola makan tidak teratur, serta konsumsi
kafein. Penelitian tersebut menunjukkan prevalensi GERD pada mahasiswa mencapai
29,9 persen, dengan stres sebagai faktor dominan. Selain itu, penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang menunjukkan bahwa GERD merupakan salah satu
gangguan pencernaan yang cukup sering ditemukan pada pasien dan berkaitan
dengan gaya hidup serta kondisi kesehatan tertentu, seperti obesitas. Hal ini
menunjukkan bahwa masalah asam lambung bukan hanya dialami kelompok tertentu,
tetapi dapat terjadi pada berbagai kalangan usia. Berbagai kajian medis juga menyebutkan bahwa tekanan akademik dapat
memicu gangguan pada sistem pencernaan. Saat stres, produksi asam lambung dapat
meningkat, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan yang baik. Dalam
jangka panjang, kondisi ini dapat memperburuk gejala GERD. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga
dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk konsentrasi belajar dan
kualitas tidur. Jika tidak ditangani dengan baik, GERD berpotensi berkembang
menjadi gangguan kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Mahasiswa diimbau untuk mulai menjaga pola hidup sehat, seperti makan
secara teratur, mengelola stres, serta membatasi konsumsi kafein guna
mengurangi risiko gangguan asam lambung. Kesadaran sejak dini menjadi langkah
penting untuk mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari. Penulis
: Adinda Aulia Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris untuk
KBP |
