Pariaman,
Sumatera Barat — Gulai kepala ikan kakap masih menjadi salah satu kuliner khas
yang banyak diminati masyarakat di wilayah pesisir Kota Pariaman. Di tengah
hadirnya berbagai pilihan makanan hits dan kekinian, hidangan sederhana ini
tetap bertahan dan mudah ditemukan, terutama di rumah makan sekitar kawasan
pantai.
Gulai
kepala ikan kakap dikenal dengan kuah santan kental yang dipadukan dengan
rempah-rempah khas seperti kunyit, cabai, bawang, dan lengkuas. Perpaduan ini
menghasilkan cita rasa gurih dan sedikit pedas yang menjadi ciri khas masakan
pesisir Minangkabau. Selain itu, penggunaan ikan segar yang diperoleh langsung
dari hasil tangkapan nelayan lokal ikut memengaruhi kualitas rasa dari hidangan
ini.
Sejumlah
pelaku usaha kuliner di Pariaman menyebutkan bahwa permintaan terhadap gulai
kepala ikan cukup tinggi. Hidangan ini tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat
setempat, tetapi juga banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke kawasan
pantai. Pada akhir pekan dan musim liburan, jumlah pembeli biasanya mengalami
peningkatan.
Dikutip
dari Timenews “Kuahnya yang kental berpadu dengan santan, rasa pedas, serta
sentuhan asam yang seimbang, membuat rasanya begitu istimewa.” Kutipan tersebut
memberi Gambaran perpaduan rasa dari kuah gulainya yang menggugah selera.
Namun
demikian, ketersediaan ikan kakap menjadi salah satu tantangan dalam menjaga
keberlangsungan kuliner ini. Faktor cuaca dan hasil tangkapan nelayan dapat
memengaruhi pasokan ikan, yang pada akhirnya berdampak pada harga dan produksi.
Meski
begitu, hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap menikmati
hidangan ini. Bagi sebagian orang, gulai kepala ikan kakap sudah menjadi
hidangan wajib dinikmati ketika berkunjung ke Pariaman.
Meski
menghadapi berbagai tantangan, gulai kepala ikan kakap tetap dipertahankan
sebagai bagian dari kekayaan kuliner daerah. Kehadirannya tidak hanya
menawarkan pengalaman rasa, tetapi juga menjadi representasi hubungan
masyarakat pesisir dengan sumber daya laut di sekitarnya.
Hingga
kini, gulai kepala ikan kakap masih menjadi salah satu pilihan kuliner yang
bertahan di tengah perubahan zaman, sekaligus memperkuat identitas kuliner khas
Pariaman.
Jenis Berita : Soft News
Penulis : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
