Jelang Lebaran 2026 di Sumbar, Perubahan Pola Makan Picu Gangguan Kesehatan

Foto: Freepik



Menjelang Lebaran 2026, aktivitas masyarakat di Sumatera Barat mulai meningkat, mulai dari persiapan mudik hingga kegiatan silaturahmi. Di balik suasana yang penuh kebersamaan, perubahan pola makan saat hari raya menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Konsumsi makanan khas Lebaran yang cenderung berlemak, bersantan, dan manis, ditambah dengan kebiasaan makan berlebihan setelah sebulan berpuasa, membuat tubuh perlu beradaptasi kembali. Jika tidak dikontrol, kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

Dilansir dari RRI Padang, Tenaga kesehatan di Kota Padang mengingatkan bahwa perubahan pola konsumsi secara tiba-tiba menjadi salah satu penyebab utama munculnya keluhan kesehatan setelah lebaran.

Kepala Puskesmas Alai Kota Padang, dr. Yeni, menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini.

“Perubahan pola konsumsi yang drastis setelah sebulan berpuasa kerap memicu gangguan kesehatan,” ujarnya, seperti dikutip dari RRI Padang.

Ia menambahkan, selain pola makan, faktor kebersihan makanan juga menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Makanannya bisa saja terkontaminasi bakteri atau kuman sehingga bisa menyebabkan diare,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, imbauan untuk menjaga pola makan seimbang, mengontrol porsi, serta memastikan makanan dikonsumsi dalam kondisi aman dan higienis. Selain itu, menjaga hidrasi dan tetap aktif bergerak juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan selama lebaran.

Tidak hanya itu, sejumlah ahli kesehatan juga menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengubah pola makan secara drastis setelah puasa. Mengatur porsi makan, menjaga asupan cairan, serta tetap aktif bergerak dinilai efektif untuk mencegah gangguan kesehatan selama lebaran.

Gangguan kesehatan seperti diare, perut tidak nyaman, hingga kelelahan kerap muncul pada masa setelah Lebaran. Hal ini dipicu oleh kombinasi antara konsumsi makanan berlebihan, kurangnya waktu istirahat, serta meningkatnya aktivitas sosial.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap menjaga pola makan secara seimbang selama lebaran. Mengonsumsi makanan dalam porsi wajar, memperhatikan kebersihan makanan, serta menjaga waktu istirahat menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan.

Dengan kesadaran menjaga pola hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat menikmati momen Lebaran dengan nyaman tanpa terganggu oleh masalah kesehatan.

 

Jenis Berita​     : Softnews

Penulis ​​           : Yessa Rahmanelvi – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP 

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP 

 

 

 

Previous Post Next Post