
Sumber : freepik.com
Kementerian Kesehatan
(Kemenkes) menyoroti peningkatan kasus campak di indonesia dalam beberapa waktu
terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah termasuk Sumatera Barat,
masuk dalam daerah yang mendapatkan perhatian pemerintah.
Data Kemenkes
menunjukkan bahwa hingga minggu ketujuh tahun 2026 tercatat 8.224 kasus suspek
campak di Indonesia, dengan 572 kasus di antaranya telah terkonfirmasi melalui
pemeriksaan laboratorium.
Seiring meningkatnya
temuan kasus secara nasional, Kota Padang menjadi salah satu wilayah di
Sumatera Barat yang turut mendapat perhatian dalam upaya pengendalian penyakit
tersebut. Dalam laporan sebelumnya, Padang bahkan tercatat sebagai salah satu
wilayah yang mengalami status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak selama dua tahun
berturut-turut hingga maret 2026.
Selain Kota Padang,
daerah lain di Sumatera Barat seperti Agam,
Pariaman, dan Bukittinggi juga masuk dalam wilayah yang
mendapat perhatian dalam upaya pengendalian penyakit campak. Peningkatan kasus
di sejumlah daerah tersebut dinilai berkaitan dengan belum meratanya cakupan
imunisasi pada anak dalam beberapa tahun terakhir sehingga perlindungan
terhadap penyakit campak di masyarakat belum terbentuk secara optimal.
Perwakilan Kemenkes,
dr. Riska Andalusia, menjelaskan bahwa vaksin yang digunakan dalam program
imunisasi nasional telah melalui berbagai kajian ketat dan dinyatakan aman BPOM
maupun WHO. Menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir terhadap reaksi ringan
setelah imunisasi.
“Reaksi seperti demam
ringan setelah imunisasi merupakan hal yang wajar dan bersifat sementara
dibandingkan risiko komplikasi campak,” ujar dr. Lusia dalam keterangan pers
daring, Jumat (6/3).
Di
sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
bersama pemerintah daerah mulai melakukan berbagai langkah untuk menekan
penyebaran penyakit tersebut di sejumlah wilayah yang terdampak seperti Padang, Agam,
Pariaman, dan Bukittinggi. Upaya yang dilakukan antara lain
memperkuat program imunisasi anak melalui puskesmas, meningkatkan sosialisasi
kesehatan kepada masyarakat, serta melakukan pemantauan dan pelacakan kasus
secara aktif di lingkungan sekolah maupun pemukiman warga.
Pemerintah
daerah juga mendorong tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi langsung kepada
orang tua mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak. Langkah ini
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit
campak serta menekan potensi penyebaran kasus di berbagai wilayah di Sumatera
Barat.
Penulis : Ma’isyah Saidah – 3A
D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris untuk KBP