Di Sumatera Barat, sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari oleh masyarakat. Salah satu tim sepak bola kebanggaan dari Sumatera Barat adalah Semen Padang FC yang dikenal dengan julukan “Kabau Sirah”. Semen Padang FC didirikan pada tanggal 30 November 1980 di bawah naungan PT Semen Padang dengan latar belakang sebagai klub perusahaan (corporate club) yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Padang.
Pada musim pertamanya, Semen Padang FC bermain di Divisi 1 Galatama. Tim berjuluk Kabau Sirah itu hanya memerlukan dua musim untuk menembus Divisi Utama. Namun, pada musim perdananya di level tertinggi, tim ini hanya mampu mencapai putaran grup Wilayah Barat. Semen Padang FC berkompetisi di Galatama dengan menempati peringkat ke-6 pada musim 1984, 1985, dan 1986–1987. Salah satu pencapaian Semen Padang FC pada era Galatama adalah menjuarai Piala Galatama 1992 setelah mengalahkan Arema Malang. Berkat kemenangan tersebut, Semen Padang FC mewakili Indonesia di ajang Piala Winners Asia 1993–1994.
Pada pertandingan pertamanya di tingkat Asia, Semen Padang FC mendapatkan bye pada putaran pertama. Pada putaran kedua, mereka mengalahkan wakil Vietnam, Công An Sài Gòn, dengan skor 2–1. Namun, pada putaran ketiga Semen Padang FC dikalahkan oleh wakil Jepang, Nissan Motor F.C., dengan agregat skor 2–12. Pada musim 1994–1995, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatukan kompetisi Perserikatan dan Galatama untuk membentuk Liga Indonesia. Sejak perubahan tersebut, perjalanan Semen Padang FC dalam sepak bola nasional penuh dengan dinamika, mulai dari konflik kompetisi hingga perjuangan kembali ke kasta tertinggi.
Salah satu momen penting terjadi pada musim 2011–2012, ketika terjadi dualisme kompetisi di tubuh PSSI yang melahirkan dua liga profesional, yaitu Liga Super Indonesia dan Liga Prima Indonesia. Pada saat itu, manajemen Semen Padang FC memutuskan untuk berlaga di Liga Prima yang diakui oleh PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin. Tim yang saat itu dilatih oleh Nil Maizar tampil kompetitif. Namun, pada April 2012 Nil Maizar ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia sehingga posisinya digantikan oleh pelatih senior Suhatman Imam. Dikutip dari bola.com “Setelah cedera, saya langsung berpikir untuk membina anak-anak muda Sumatra Barat. Tujuan saya supaya ada generasi baru yang bisa berkiprah untuk sepak bola nasional,” ungkap Suhatman. Di bawah asuhan Suhatman Imam, Semen Padang FC tampil gemilang dan berhasil menjuarai Liga Prima bahkan sebelum kompetisi berakhir. Meski demikian, harapan untuk meraih gelar ganda tidak terwujud setelah mereka dikalahkan oleh Persibo Bojonegoro pada final Piala Indonesia.
Status sebagai juara Liga Prima membawa Semen Padang FC tampil di Piala AFC 2013. Pada turnamen tersebut, mereka tergabung di Grup E dan berhasil lolos sebagai juara grup. Di babak 16 besar, Semen Padang FC menyingkirkan wakil Vietnam, SHB Đà Nẵng, dengan skor 2–1, sebelum akhirnya terhenti di perempat final setelah kalah dari klub India, East Bengal FC. Memasuki tahun 2013, kompetisi Liga Prima akhirnya dihentikan oleh PSSI ketika Semen Padang FC berada di puncak klasemen. Meskipun dianggap sebagai juara bertahan dan pemimpin klasemen, kompetisi tersebut akhirnya dinyatakan tanpa juara.
Setelah periode pembekuan PSSI, Semen Padang FC kembali berkompetisi dalam beberapa turnamen, termasuk Indonesia Soccer Championship A 2016 dan Liga 1 Indonesia musim perdana. Namun, musim 2017 menjadi masa sulit ketika tim harus terdegradasi untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Meski begitu, Semen Padang FC bangkit pada Liga 2 Indonesia musim 2018. Setelah menjadi juara Wilayah Barat dan memenangi semifinal melawan Persita Tangerang dengan agregat 3–2, mereka berhasil mengamankan tiket promosi kembali ke Liga 1 musim 2019.
Dukungan masyarakat terhadap Semen Padang FC juga tetap kuat hingga saat ini. “Bagi kami, Semen Padang bukan sekadar klub sepak bola, tetapi juga kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Kami akan selalu mendukung ‘Kabau Sirah’ dalam kondisi apa pun.” Ujar salah seorang penggemar Semen Padang FC, Pramudito Rivaldi.
Jenis berita: Feature
Jurnalis: Faidi Julio Ricardo – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KB

