Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie Dimulai Usai Banjir 2025

 

Foto: Facebook Humas Sumber



Pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi dimulai pada Rabu (11/3/2026). Peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah setelah sekolah itu terdampak banjir bandang pada November 2025.

Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Ekonomi dan Keuangan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat setempat yang terdiri dari niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.

Relokasi dilakukan karena lokasi sekolah lama dinilai tidak lagi aman untuk kegiatan belajar mengajar. Selain berada di lahan yang lebih rendah dari permukaan jalan, kawasan sekolah sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.

Melansir dari laman Padangkita.com, Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Desman, mengatakan kondisi tersebut sempat mengganggu proses pembelajaran bagi siswa di sekolah tersebut.

“Relokasi sekolah ini sangat dibutuhkan karena kondisi bangunan lama sering terdampak banjir. Dengan lokasi baru, kami berharap proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi siswa,” ujar Desman.

Pembangunan sekolah baru ini menelan anggaran sekitar Rp3 miliar. Selain itu, Gubernur Sumatera Barat juga menyerahkan hibah sebesar Rp25 juta untuk mendukung pembangunan serta memberikan bantuan Al-Qur’an guna menunjang kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.

Mahyeldi mengatakan pembangunan relokasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan vokasi di Sumatera Barat.

“Kita menyadari bahwa tantangan zaman menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam keterampilan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memiliki komitmen untuk memperluas akses pendidikan kejuruan bagi masyarakat.

“Kita menargetkan Angka Partisipasi Kasar SMK mencapai sekitar 30 persen. Artinya kesempatan belajar harus semakin terbuka bagi anak-anak di seluruh daerah, termasuk di Sasak Ranah Pasisie ini,” katanya.

SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie saat ini memiliki sekitar 226 siswa. Pembangunan lokasi baru sekolah diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih aman sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi bagi siswa di wilayah tersebut.

 

Jenis Berita     : Hard News

Penulis            : Nurul Aisyah Haq – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


Previous Post Next Post