Pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah
Pasisie di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera
Barat, resmi dimulai pada Rabu (11/3/2026). Peletakan batu pertama pembangunan
sekolah tersebut dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah setelah
sekolah itu terdampak banjir bandang pada November 2025.
Acara peletakan batu pertama tersebut
turut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Ekonomi dan
Keuangan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat, Ketua Komite SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, serta tokoh masyarakat
setempat yang terdiri dari niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.
Relokasi dilakukan karena lokasi sekolah
lama dinilai tidak lagi aman untuk kegiatan belajar mengajar. Selain berada di
lahan yang lebih rendah dari permukaan jalan, kawasan sekolah sempat terendam
banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
Melansir dari laman Padangkita.com, Kepala
SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Desman, mengatakan kondisi tersebut sempat mengganggu
proses pembelajaran bagi siswa di sekolah tersebut.
“Relokasi sekolah ini sangat dibutuhkan
karena kondisi bangunan lama sering terdampak banjir. Dengan lokasi baru, kami
berharap proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi
siswa,” ujar Desman.
Pembangunan sekolah baru ini menelan
anggaran sekitar Rp3 miliar. Selain itu, Gubernur Sumatera Barat juga
menyerahkan hibah sebesar Rp25 juta untuk mendukung pembangunan serta
memberikan bantuan Al-Qur’an guna menunjang kegiatan keagamaan di lingkungan
sekolah.
Mahyeldi mengatakan pembangunan relokasi
sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat
pendidikan vokasi di Sumatera Barat.
“Kita menyadari bahwa tantangan zaman
menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul
dalam keterampilan,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat memiliki komitmen untuk memperluas akses pendidikan kejuruan
bagi masyarakat.
“Kita menargetkan Angka Partisipasi
Kasar SMK mencapai sekitar 30 persen. Artinya kesempatan belajar harus semakin
terbuka bagi anak-anak di seluruh daerah, termasuk di Sasak Ranah Pasisie ini,”
katanya.
SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie saat ini
memiliki sekitar 226 siswa. Pembangunan lokasi baru sekolah diharapkan dapat
mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih aman sekaligus meningkatkan
kualitas pendidikan vokasi bagi siswa di wilayah tersebut.
Jenis Berita : Hard News
Penulis :
Nurul Aisyah Haq – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
