Rendang masih menjadi hidangan yang tidak pernah absen di
meja makan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat saat perayaan Idul Fitri. Di
tengah berkembangnya berbagai menu modern, rendang tetap dipertahankan sebagai
sajian utama Lebaran.
Sebagai kuliner khas Minangkabau, rendang memiliki nilai
budaya yang kuat dan biasanya disajikan dalam berbagai momen penting, termasuk
Hari Raya Idul Fitri. Tradisi memasak rendang telah menjadi kebiasaan
turun-temurun masyarakat.
Seorang warga Pariaman, Hafizah (32), mengatakan rendang
selalu dimasak menjelang Lebaran. “Rendang biasanya dibuat sehari sebelum
Lebaran, itu sudah jadi tradisi wajib setiap tahun,” ujarnya.
Proses memasak rendang yang memakan waktu berjam-jam
menjadi ciri khas tersendiri. Daging sapi dimasak bersama santan dan rempah
hingga menghasilkan tekstur kering dengan cita rasa kaya. Aktivitas memasak
rendang bersama menjelang Lebaran kerap dimanfaatkan untuk mempererat hubungan
antaranggota keluarga.
Proses memasak yang
membutuhkan kesabaran ini juga menjadi salah satu alasan rendang tidak mudah
tergantikan oleh menu lain. Cita rasa yang dihasilkan
dianggap khas dan berbeda dibandingkan hidangan lainnya. Bumbu rendang yang
kaya rempah menjadikan hidangan ini tetap favorit di tengah meja makan.
Rendang umumnya disajikan bersama ketupat sebagai pelengkap
hidangan Lebaran. Perpaduan keduanya telah menjadi ciri khas yang melekat di
tengah masyarakat dan hampir selalu hadir di meja makan saat Idul Fitri.
Rendang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga telah
mendapat pengakuan dunia. "Pada 2011, dalam survei World's 50 Most
Delicious Foods yang dirilis oleh CNN International, rendang menempati
peringkat pertama sebagai makanan terenak di dunia berdasarkan pilihan pembaca
global.
Dengan nilai budaya yang kuat dan pengakuan dunia yang
dimiliki, rendang tidak sekadar menjadi hidangan Lebaran, tetapi juga simbol
identitas dan warisan kuliner. Tradisi ini terus dijaga oleh masyarakat dari
generasi ke generasi hingga kini.
Jenis Berita : Soft News
Penulis : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
