Sarilamak – Fenomena berupa Sinkhole (tanah amblas) yang muncul di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait. Kejadian ini memicu kekhawatiran warga sekaligus menarik perhatian masyarakat luas.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah Kabupaten setempat melakukan pemantauan intensif serta kajian lanjutan untuk memastikan kondisi lokasi dan keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa air yang menggenang di dalam lubang tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung. Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan Dinas Kesehatan, air tersebut mengandung bakteri dalam jumlah cukup tinggi serta memiliki tingkat keasaman (pH) di bawah 6,5.
“Air ini seperti air sungai pada umumnya, sehingga tidak
disarankan untuk diminum langsung,” ujarnya saat meninjau lokasi bersama warga.
Ia juga menegaskan bahwa fenomena Sinkhole ini merupakan proses alam dan tidak berkaitan dengan hal mistis maupun klaim pengobatan. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mengantisipasi risiko, pemerintah menetapkan batas
aman minimal 50 meter dari bibir lubang. Langkah ini diambil karena kondisi
tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami amblasan lanjutan.
Dari hasil pemeriksaan, kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) dalam air masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri Escherichia coli menjadi alasan utama air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan.
Kajian lebih lanjut masih dilakukan oleh Dinas ESDM Sumbar bersama Badan Geologi guna mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.
Diketahui, Sinkhole ini pertama kali muncul pada Minggu (4/1/2025) di lahan persawahan milik warga. Kejadian diawali suara gemuruh sebelum tanah amblas dan membentuk lubang berisi air dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Saat ini, aparat kepolisian dan BPBD telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Meski menarik perhatian warga, pembatasan tetap diberlakukan karena masih adanya potensi longsor susulan.
Sumber: https://padangkita.com/sinkhole-di-limapuluh-kota-terus-dikaji-vasko-ingatkan-bukan-mistis-dan-airnya-bukan-obat/
Jenis Berita: Soft News
Penulis: Raisha Catur Indriani – 3B D4 Bahasa Inggris untuk
Komunikasi Bisnis dan Profesional
Editor: Muhammad Ridwan A – 3B D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi
Bisnis dan Profesional