![]() |
| Sumber : Crewpers |
Padang — Di tengah padatnya aktivitas
perkuliahan di Politeknik Negeri Padang (PNP), sate Barak Ayah menjadi salah
satu pilihan kuliner yang tak pernah sepi, terutama bagi mahasiswa Program
Studi Bahasa Inggris. Sate yang dijual dengan harga terjangkau ini kerap
menjadi pilihan kuliner untuk sekadar mengisi perut sekaligus melepas penat
bersama teman.
Salah satu mahasiswa Bahasa Inggris, Yoesep
Saputra, mengaku sering membeli sate di tempat tersebut. Ia bahkan memiliki
menu favorit sendiri. “Sering banget , aku biasanya beli yang setengah porsi,”
ujarnya. Menurutnya, cita rasa sate Barak Ayah memiliki keunikan tersendiri.
Dagingnya terasa pas dengan bumbu yang tidak berlebihan, serta kuah yang
menyatu dengan rasa daging.
Bagi pecinta pedas, sate ini juga memberikan
sensasi tersendiri. “Bagi aku yang pecinta pedas, sate ini enak banget,”
tambahnya. Ia juga mengatakan bahwa makan sate bersama teman menjadi momen yang
menyenangkan, karena bisa sekaligus berbincang santai di sela kesibukan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Annisa,
mahasiswi Bahasa Inggris. Ia menilai rasa sate tersebut cocok di lidah dan
menjadi alternatif makanan selain menu instan yang biasa dikonsumsi mahasiswa.
“Aku bakalan rekomendasiin, karena menurut aku yang keseringan makan mi goreng
atau rebus di barak, sate ini jadi pilihan lain yang murah, enak, dan
ngenyangin,” katanya.
“Menurut aku,
dibanding sering makan mi instan di barak, sate ini jadi pilihan lain yang
murah, enak, dan mengenyangkan,” katanya.
Dari segi harga, para mahasiswa sepakat bahwa
sate Barak Ayah ramah di kantong. Dengan harga sekitar seribu rupiah per tusuk,
sate ini menjadi pilihan yang pas untuk mahasiswa. Kehadiran sate ini juga
menjadi bagian dari kebiasaan sederhana mahasiswa dalam menikmati waktu luang
di lingkungan kampus.
Tak heran jika Sate Barak Ayah terus menjadi
langganan mahasiswa, khususnya dari jurusan Bahasa Inggris. Selain rasanya yang
khas, suasana sederhana dan kebersamaan yang tercipta menjadikan tempat ini
lebih dari sekadar tempat makan, tetapi juga ruang untuk berbagi cerita di
tengah kehidupan kampus.
Penulis : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
