Muhammad Farid: Atlet Pencak Silat Muda PNP dengan Deretan Prestasi Gemilang di Tingkat Nasional dan Daerah

Muhammad Farid menunjukkan medali usai meraih juara pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Jawa Tengah. Ajang ini merupakan kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diikuti ratusan atlet mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia.

Foto: Instagram @_mhmd_farid



CREWPERS.ID – Muhammad Farid merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang, Jurusan Teknik Sipil, Program Studi Manajemen Rekayasa Konstruksi, yang lahir di Padang pada 11 November 2005. Ia telah menekuni dunia pencak silat sejak usia 13 tahun, tepatnya saat masih duduk di bangku SMP. Awalnya, ketertarikannya terhadap olahraga ini hanya sebatas keinginan untuk belajar bela diri dan mendalami dunia fighting. Seiring waktu, melalui latihan demi latihan yang dijalaninya, ia kini telah menjadi seorang atlet berprestasi.

Perjalanan Farid tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Ia mengakui bahwa orang tua menjadi sosok paling berpengaruh dalam langkah awalnya, disusul pelatih serta rekan-rekan latihan yang selalu memberikan semangat. Dari yang awalnya hanya iseng, kini ia menjadikan pencak silat sebagai bagian penting dalam hidupnya.

Dalam kesehariannya, Farid menjalani latihan secara rutin dari Senin hingga Sabtu. Program latihannya pun beragam, mulai dari penguatan teknik hingga peningkatan fisik. Meski begitu, ia mengakui bahwa konsistensi terkadang menjadi tantangan, terutama saat kondisi kesehatan menurun atau jadwal kuliah berbenturan. Namun, ia selalu berusaha mengganti sesi latihan yang terlewat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Seperti atlet pada umumnya, Farid juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rasa malas, kelelahan, hingga kejenuhan. Tekanan saat latihan maupun pertandingan pun kerap membuatnya berada di titik ingin menyerah. Namun, ia memilih untuk kembali mengingat tujuan awalnya, yaitu meraih prestasi dan membanggakan orang tua. Dari situlah semangatnya kembali tumbuh.

Prestasi yang diraih Farid menunjukkan perjalanan panjang dan kerja kerasnya dalam dunia pencak silat dari tahun ke tahun. Berikut berbagai pencapaian yang telah ia raih:

  • Juara 2 Kelas A Pekan Olahraga Nasional Bela Diri Kudus 2025
  • Juara 3 Kelas A Putra POMNAS XIX 2025 Jawa Tengah
  • Juara 1 Kelas A Putra Kejuaraan Daerah Pencak Silat Sumatera Barat (26–28 Agustus 2025)
  • Juara 1 Kelas A Putra Kejurprov Sumbar menuju POMNAS 2025
  • Juara 1 Kelas B Dewasa Putra Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) XIV Tahun 2024, Malang
  • Juara 1 Kelas B Putra Dewasa Kejuaraan Pencak Silat Minsai Al-Fitrah III Tahun 2024
  • Juara 1 Kelas A Putra Dewasa Sirkuit Se-Sumatera PPS-SMI Komda Sumbar 2023 (Bukittinggi, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Padang) + Pesilat Terbaik Putra Dewasa
  • Juara 1 Kelas A Putra Dewasa Kejurda Pencak Silat Kota Pariaman 2023
  • Juara 1 Kelas C Remaja Putra Kejuaraan Nasional Antar Satuan Pendidikan (5–11 September 2022)
  • Juara 1 Kelas C Putra Remaja Kejuaraan Nasional Pencak Silat Bumi Sebimbing Sekundang Piala Kemenpora RI Championship 1 (17–25 Desember 2022)
  • Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Galanggang Sarantau Sasurambi IPSI Kabupaten Solok Selatan 2021
  • Juara 1 Kelas B Remaja Putra Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi Tingkat Provinsi (6–8 April 2021)
  • Juara 1 Kelas C Putra Pra Remaja Festival Kejuaraan Pencak Silat Nasional dan Internasional Dang Tuanku IV Bukittinggi 2020

Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya terjadi pada tahun 2025 saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional Bela Diri di Kudus. Dalam kondisi cedera jempol kaki sejak pertandingan awal, Farid tetap melanjutkan perjuangan hingga berhasil meraih medali perak. Sebulan sebelumnya, ia juga meraih medali perunggu di ajang POMNAS. Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Dalam pertandingan, Farid menyadari bahwa mental memiliki peran yang sangat penting. Ia percaya bahwa kemampuan tanpa mental yang kuat tidak akan cukup untuk meraih kemenangan. Untuk menjaga fokus, ia biasanya melakukan stretching serta beribadah sebelum bertanding. Ia juga berusaha tetap tenang agar dapat berpikir jernih dan menghindari pelanggaran di arena.

Seiring waktu, cara pandangnya terhadap pencak silat juga berkembang. Ia menyadari bahwa dunia pertandingan terus berubah, termasuk dari segi peraturan, sehingga menuntut dirinya untuk terus beradaptasi. Meski dikenal sebagai atlet yang ambisius, ambisi tersebut ia arahkan ke hal yang positif, yakni meraih prestasi dan membanggakan keluarga.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Farid tetap berusaha menyeimbangkan antara pendidikan dan latihan. Ia memprioritaskan kuliah terlebih dahulu, kemudian melanjutkan latihan selama satu hingga dua jam setiap harinya. Namun, di balik itu semua, ia mengakui adanya pengorbanan, terutama dalam kehidupan pribadi dan masa muda yang harus ia jalani dengan disiplin tinggi.

Perjalanan prestasi yang telah diraihnya tidak membuat Farid cepat berpuas diri. Ia justru menjadikannya sebagai pijakan untuk menatap target yang lebih tinggi di masa mendatang. Dengan tekad yang kuat, Farid pun mengungkapkan harapannya untuk terus mengharumkan nama kampus di kancah yang lebih luas. “Saya ingin meraih juara di kejuaraan internasional di Belgia pada April 2026 serta kembali berprestasi di Porseni 2026 di Medan sebagai perwakilan Politeknik Negeri Padang,” ujarnya.

 


Jenis Berita: Feature

Jurnalis: Aflah Nadirah Amnelia – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

 

 

Previous Post Next Post