Pengalaman Pertama Menari Rantak Minang, Dari Sulit Menjadi Menyenangkan

Annisa Nurul Jannah dan rekan-rekan usai penampilan Tari Rantak Minang di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Kamis (12 Desember 2024).

Foto: Dokumentasi narasumber



CREWPERS.ID — Tari Rantak Minang dikenal sebagai salah satu tarian tradisional yang energik, dengan ciri khas hentakan kaki yang kuat dan gerakan yang dinamis. Bagi sebagian orang, tarian ini terlihat sulit untuk dipelajari. Namun, pengalaman berbeda dirasakan oleh dua mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP), Annisa Nurul Jannah (21) dan Bunga Aysah Zahra (21), yang justru menemukan keseruan di balik proses belajarnya.

Annisa, mahasiswi Jurusan Pendidikan Tari UNP, mengaku pertama kali mempelajari Tari Rantak Minang saat memasuki semester tiga. Awalnya, ia merasa tarian ini akan sangat sulit untuk dikuasai.

"Awalnya saya berpikir Tari Rantak Minang ini akan sangat sulit, tapi setelah saya pelajari secara bertahap, ternyata yang awalnya terasa sulit justru menjadi lebih mudah dan menyenangkan," ujarnya.

Ketertarikannya berawal dari tuntutan mata kuliah. Proses latihan pun tidak singkat, ia membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima bulan untuk memahami gerakan dengan baik. Salah satu bagian yang paling menantang adalah gerakan kudo-kudo yang membutuhkan ketahanan dan keseimbangan tubuh.

"Kesulitan yang saya alami ada di teknik awalan, tapi setelah sering latihan, akhirnya bisa saya atasi," tambahnya.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Bunga Aysah Zahra, rekan sekelas Annisa di jurusan yang sama.

"Awalnya saya menganggap Tari Rantak Minang itu sulit, tetapi setelah menjalani proses belajar yang cukup panjang, saya justru merasa tarian ini sangat menyenangkan," ungkap Bunga.

Menurutnya, Tari Rantak Minang tidak hanya mengajarkan teknik gerak, tetapi juga melatih kedisiplinan dan ketekunan. "Dari belajar tari ini, saya jadi memahami banyak teknik dan cara dalam menari. Tari Rantak Minang bukan hanya menantang, tetapi juga seru untuk dipelajari," lanjutnya.

Pengalaman Annisa dan Bunga menunjukkan bahwa di balik tantangan mempelajari tari tradisional, terdapat proses yang membentuk pemahaman dan kecintaan terhadap budaya. Tari Rantak Minang bukan sekadar rangkaian gerakan, melainkan ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya Minangkabau.




Jenis berita : Soft News

Jurnalis       : Zahira Yelsa Ilyana - 3B D4 Bahasa Inggris Untuk KBP

Editor          : Lega Ariski - 3B D4 Bahasa Inggris Untuk  





 

Previous Post Next Post