![]() |
Suasana antusias penonton menyaksikan Pacu Kuda
Wisata Derby 2026 di Gelanggang Pacu Kuda Bukit Ambacang, Minggu (26 April 2026).
Foto: Crewpers
CREWPERS.ID — Tradisi
pacu kuda kembali menjadi magnet masyarakat melalui gelaran Pacu Kuda Wisata
Derby 2026 Bukittinggi–Agam yang berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di
Gelanggang Pacu Kuda Bukit Ambacang. Masyarakat dari berbagai daerah memadati
arena untuk menyaksikan perlombaan yang telah lama menjadi bagian dari hiburan
rakyat sekaligus warisan budaya Minangkabau.
Sejak pagi hari, kawasan arena sudah dipenuhi
pengunjung. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang memenuhi
sisi lintasan, tribun, hingga area sekitar lapangan. Selain menikmati balapan,
masyarakat juga memadati area pedagang yang menjajakan makanan, minuman, dan
berbagai kebutuhan lainnya sehingga suasana terasa seperti pasar rakyat.
Salah seorang pengunjung, Rafi Akbar (17),
siswa SMKN 1 Bukittinggi, mengaku tertarik datang karena menyukai suasana
balapan yang seru dan menegangkan. Menurutnya, momen saat kuda mulai berlari
dan penonton bersorak menjadi daya tarik tersendiri.
“Saya suka melihat balapan, jadi penasaran
ingin menyaksikan langsung jalannya perlombaan. Waktu kudanya mulai berlari dan
penonton bersorak itu seru sekali,” ujarnya.
Namun, ia menilai masih ada beberapa hal yang
perlu dibenahi, seperti penataan area penonton, kebersihan, dan fasilitas tempat
duduk.
Hal senada disampaikan Tuti Marlina (49), warga
Belakang Balok. Ia mengatakan pacu kuda selalu menjadi hiburan yang dinantikan
karena mampu menjadi pelepas penat di tengah rutinitas sehari-hari.
“Saya memang suka menonton pacu kuda. Suasananya
ramai, banyak jualan juga, jadi seperti tempat wisata. Bisa melepas beban
sesaat,” tuturnya. Suasana ramai, banyaknya pedagang, serta sorak-sorai
penonton membuat acara ini terasa seperti destinasi wisata rakyat.
Meski demikian, ia berharap fasilitas bagi
penonton dapat lebih diperhatikan agar masyarakat bisa menikmati acara dengan
nyaman. Pengelolaan sampah, area parkir, serta keamanan penonton dinilai perlu
ditingkatkan untuk penyelenggaraan berikutnya.
Gelaran Pacu Kuda Wisata Derby tidak hanya
menjadi ajang olahraga berkuda, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat lintas
usia dan daerah. Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki daya
tarik kuat di tengah perkembangan zaman, sekaligus berpotensi menggerakkan
perekonomian masyarakat sekitar.
Jurnalis : Naufal Abdul Fattah
Editor : Zahira Yelsa Ilyana
