Tak Sekadar Gaya: Dampak Tersembunyi Softlens pada Kesehatan Mata

 Softlens berwarna yang diletakkan dalam wadah khusus berisi cairan pembersih.

Foto: Pinterest



CREWPERS.ID — Penggunaan softlens atau lensa kontak kini tidak hanya menjadi kebutuhan medis, tetapi juga bagian dari gaya hidup, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswi. Dengan berbagai pilihan warna dan kemudahan pemakaian, softlens kerap dipilih sebagai alternatif kacamata. Namun, di balik tampilannya yang praktis dan estetis, terdapat risiko kesehatan mata jika tidak digunakan dengan benar.

Maisyah Saidah (21), seorang mahasiswi Politeknik Negeri Padang, mengaku telah menggunakan softlens sejak duduk di bangku SMA. Ia awalnya tertarik karena ingin tampil lebih percaya diri tanpa kacamata.

“Saya merasa lebih bebas dan penampilan jadi lebih menarik,” ujarnya.

Namun, kebiasaan menggunakan softlens tanpa memperhatikan aturan pemakaian mulai berdampak pada kondisi matanya. Maisyah sering memakai softlens lebih dari delapan jam sehari, bahkan beberapa kali tertidur tanpa melepasnya. Ia juga mengaku jarang mengganti cairan pembersih secara rutin.

“Awalnya cuma terasa kering dan sedikit perih, tapi lama-lama mata saya sering merah dan tidak nyaman,” jelasnya.

Kondisi tersebut sempat dianggap sepele hingga suatu hari ia merasakan nyeri hebat dan penglihatannya mulai kabur. Setelah memeriksakan diri ke dokter, Maisyah didiagnosis mengalami iritasi mata akibat penggunaan softlens yang tidak sesuai prosedur.

Ia pun harus berhenti menggunakan softlens untuk sementara waktu dan menjalani perawatan.

“Sejak itu saya jadi lebih berhati-hati, bahkan sekarang lebih sering pakai kacamata,” tambahnya.

Pengalaman berbeda datang dari Reza Elya (26), pekerja swasta yang menggunakan softlens untuk membantu penglihatan karena rabun jauh. Berbeda dengan Maisyah, Reza mengaku cukup disiplin dalam menjaga kebersihan dan mengikuti aturan pemakaian.

“Saya selalu cuci tangan sebelum pakai, tidak pernah tidur pakai softlens, dan rutin mengganti cairannya,” kata Reza.

Meski demikian, ia tetap merasakan dampak pada kesehatan matanya setelah beberapa bulan penggunaan. Reza mengeluhkan matanya yang cepat lelah, kering, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

“Kalau terlalu lama pakai, mata terasa berat dan kadang jadi tidak nyaman saat melihat layar,” ujarnya.

Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Open Ophthalmology Journal (2024), yang menyebutkan bahwa pengguna lensa kontak kerap mengalami keluhan seperti mata kering, sensasi benda asing, mata berair, hingga sensitivitas terhadap cahaya, terutama jika tidak digunakan sesuai anjuran.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, Reza disarankan untuk mengurangi frekuensi penggunaan softlens. Dokter menjelaskan bahwa mata membutuhkan waktu istirahat dari penggunaan lensa kontak, karena benda tersebut tetap merupakan benda asing bagi mata.

Praktik penggunaan softlens yang tidak higienis diketahui dapat meningkatkan risiko infeksi mata, termasuk keratitis, yaitu peradangan pada kornea. Hal ini didukung oleh penelitian dalam jurnal BMC Ophthalmology (2024) yang menunjukkan bahwa penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai prosedur berkaitan dengan meningkatnya risiko komplikasi pada mata.

Dari dua pengalaman tersebut, terlihat bahwa penggunaan softlens memerlukan perhatian, terutama dalam menjaga kebersihan dan durasi pemakaian, baik pada pengguna yang kurang disiplin maupun yang telah mengikuti aturan.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saat menggunakan softlens, termasuk mencuci tangan sebelum menyentuh lensa, tidak menggunakan softlens melebihi batas waktu yang dianjurkan, serta menghindari tidur saat masih menggunakannya. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk rutin memeriksakan kesehatan mata ke dokter.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa penggunaan softlens tidak boleh hanya dilihat dari sisi estetika semata. Edukasi mengenai cara penggunaan yang benar perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan anak muda yang menjadi pengguna terbesar.

Kini, Maisyah memilih kembali menggunakan kacamata untuk menjaga kesehatan matanya, sementara Reza membatasi penggunaan softlens hanya pada saat-saat tertentu. Keduanya sepakat bahwa kesehatan mata jauh lebih penting dibandingkan penampilan.

 



Jenis berita    : Feature - Kesehatan

Penulis            : Dinda Yulia – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor             : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

 

Previous Post Next Post