Tren Thrifting Mahasiswa PNP Meningkat, Risiko Kesehatan Jadi Perhatian

Foto: Ilustrasi (Pexels)



Dalam beberapa bulan terakhir, tren penggunaan pakaian thrifting semakin meningkat di kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP). Selain dianggap lebih hemat dan stylish, kebiasaan ini juga menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa di lingkungan kampus.

Di berbagai sudut kampus seperti kantin, koridor kelas, hingga taman, mahasiswa terlihat memadukan outfit thrifting dengan gaya modern. Pilihan ini tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi, tetapi juga keinginan untuk tampil unik dan berbeda.

Karina (21), mahasiswi PNP, mengaku thrifting menjadi solusi untuk tetap tampil menarik tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. “Kalau di kampus kan sering nongkrong juga, jadi pengen tetap stylish tapi nggak mahal. Thrifting jadi solusi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Gartos (20), yang mengaku sering mendapatkan respons positif dari teman-temannya. “Kadang orang nggak nyangka kalau ini baju bekas, karena kelihatannya masih bagus dan beda dari yang lain,” ujarnya.

Meski tren ini terus berkembang, tidak semua mahasiswa merasa sepenuhnya aman menggunakan pakaian bekas. Dinda (21) mengaku sempat khawatir terhadap kebersihan pakaian thrifting. “Takut sih kalau belum bersih, apalagi kita banyak aktivitas di kampus, bisa bikin kulit iritasi,” jelasnya.

Kekhawatiran tersebut sejalan dengan laporan Antara News, di mana Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Arini Widodo, SM, SpDVE menyebutkan bahwa pakaian bekas yang tidak dibersihkan dengan baik berisiko membawa mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang dapat memicu gangguan kesehatan kulit.

 

Sebagian mahasiswa mengaku telah melakukan langkah pencegahan sebelum menggunakan pakaian thrifting, seperti mencuci dengan deterjen, merendam dengan air panas, hingga menyetrikanya terlebih dahulu.

Namun demikian, fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan tren thrifting belum sepenuhnya diikuti dengan kesadaran yang merata terkait aspek kebersihan. Sebagian mahasiswa sudah memahami risikonya, sementara sebagian lainnya masih menganggap hal tersebut sebagai hal yang sepele.

Dengan tren yang terus meningkat, kesadaran terhadap kebersihan pakaian menjadi hal yang semakin penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengikuti gaya, tetapi juga perlu memahami risiko kesehatan agar aktivitas thrifting tetap aman dilakukan dalam kehidupan kampus sehari-hari.




Jenis Berita     : Soft News 

Penulis            : Adinda Aulia Putri – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

 

 

Previous Post Next Post