Dalam
beberapa bulan terakhir, tren penggunaan pakaian thrifting semakin meningkat di
kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP). Selain dianggap lebih hemat
dan stylish, kebiasaan ini juga menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa di
lingkungan kampus.
Di berbagai
sudut kampus seperti kantin, koridor kelas, hingga taman, mahasiswa terlihat
memadukan outfit thrifting dengan gaya modern. Pilihan ini tidak hanya didorong
oleh faktor ekonomi, tetapi juga keinginan untuk tampil unik dan berbeda.
Karina (21),
mahasiswi PNP, mengaku thrifting menjadi solusi untuk tetap tampil menarik
tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. “Kalau di kampus kan sering nongkrong
juga, jadi pengen tetap stylish tapi nggak mahal. Thrifting jadi solusi,”
ujarnya.
Hal serupa
disampaikan Gartos (20), yang mengaku sering mendapatkan respons positif dari
teman-temannya. “Kadang orang nggak nyangka kalau ini baju bekas, karena
kelihatannya masih bagus dan beda dari yang lain,” ujarnya.
Meski tren
ini terus berkembang, tidak semua mahasiswa merasa sepenuhnya aman menggunakan
pakaian bekas. Dinda (21) mengaku sempat khawatir terhadap kebersihan pakaian
thrifting. “Takut sih kalau belum bersih, apalagi kita banyak aktivitas di
kampus, bisa bikin kulit iritasi,” jelasnya.
Kekhawatiran
tersebut sejalan dengan laporan Antara News, di mana Dokter Spesialis Kulit dan
Kelamin dr. Arini Widodo, SM, SpDVE menyebutkan bahwa pakaian bekas yang tidak
dibersihkan dengan baik berisiko membawa mikroorganisme seperti jamur dan
bakteri yang dapat memicu gangguan kesehatan kulit.
Sebagian
mahasiswa mengaku telah melakukan langkah pencegahan sebelum menggunakan
pakaian thrifting, seperti mencuci dengan deterjen, merendam dengan air panas,
hingga menyetrikanya terlebih dahulu.
Namun
demikian, fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan tren thrifting belum
sepenuhnya diikuti dengan kesadaran yang merata terkait aspek kebersihan.
Sebagian mahasiswa sudah memahami risikonya, sementara sebagian lainnya masih
menganggap hal tersebut sebagai hal yang sepele.
Dengan tren yang terus
meningkat, kesadaran terhadap kebersihan pakaian menjadi hal yang semakin
penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengikuti gaya, tetapi juga perlu
memahami risiko kesehatan agar aktivitas thrifting tetap aman dilakukan dalam
kehidupan kampus sehari-hari.
Jenis
Berita : Soft News
Penulis : Adinda Aulia Putri – 3A D4 Bahasa
Inggris KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
