UKMB PNP Hadirkan Ruang Praktik Bahasa Inggris dan Jepang bagi Mahasiswa

Kegiatan foto bersama anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Bahasa (UKMB) Politeknik Negeri Padang di salah satu ruangan kampus.

Foto: Gabral Heldira (Wakil Ketua UKMB)



CREWPERS.ID — Tidak semua proses belajar mahasiswa berlangsung di dalam kelas. Sebagian justru menemukan ruang pengembangan diri melalui kegiatan organisasi di kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa Bahasa (UKMB) Politeknik Negeri Padang hadir sebagai wadah yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa, tetapi juga pada pengembangan kreativitas dan kepercayaan diri mahasiswa.

UKM-Bahasa dibentuk sebagai wujud kepedulian mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan bahasa, khususnya bahasa Inggris dan Jepang sekaligus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Organisasi ini menjadi ruang komunikasi dan pengembangan ilmu bahasa yang terbuka bagi seluruh mahasiswa, dengan sistem keanggotaan yang memungkinkan setiap anggota berproses secara bertahap, mulai dari calon anggota hingga pengurus.

Kegiatan yang dijalankan tidak terbatas pada teori di kelas. UKM-Bahasa PNP secara rutin mengadakan latihan berkala, diskusi bahasa, serta praktik langsung melalui kegiatan seperti debat, public speaking, hingga pentas bahasa. Selain itu, UKM-Bahasa PNP juga mewadahi mahasiswa dan anggota untuk belajar desain, pengelolaan konten promosi, serta administrasi surat dan arsip organisasi.

Wakil Ketua UKM-Bahasa, Gabral Heldira, menjelaskan bahwa Unit Kegiatan Mahasiswa ini dirancang sebagai ruang belajar yang aplikatif.

“UKM-Bahasa penting karena menjadi sarana pengembangan kemampuan bahasa yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga kreatif dan aplikatif. Organisasi ini membantu mahasiswa meningkatkan soft skill seperti komunikasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai program kerja disusun agar mahasiswa tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga mampu menggunakannya dalam konteks nyata. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan berbasis praktik dan pengalaman langsung yang mendorong mahasiswa lebih aktif dalam mengekspresikan ide.

Selain kegiatan rutin, UKM-Bahasa PNP juga memiliki program kerja unggulan seperti Politechnic Asian Parliamentary Debate Championship (PAPDC) dan Bunkasai atau festival budaya Jepang. PAPDC merupakan kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional yang menggunakan sistem Asian Parliamentary dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun, umumnya pada rentang Januari hingga Maret.

Sementara itu, Bunkasai menjadi ruang eksplorasi budaya Jepang yang menghadirkan festival tematik sekaligus berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik, dengan nuansa Jepang. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan pada periode Mei hingga Juli dalam satu periode kepengurusan. Kedua kegiatan ini menjembatani mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa sekaligus berpikir kritis dan kreatif dalam situasi kompetitif maupun kolaboratif.

Salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Bahasa (UKMB), Najla Luthfiyah Athallah, merasakan langsung dampak dari lingkungan belajar yang dibangun dalam organisasi tersebut.

“UKM-Bahasa PNP sangat mempengaruhi kemampuan saya dalam berbahasa, karena lingkungannya mendukung dan tidak menghakimi ketika saya mencoba menggunakan bahasa Inggris,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa suasana belajar yang santai membuat proses memahami materi lebih mudah. Dukungan dari sesama anggota juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri saat menggunakan bahasa asing, terutama dalam situasi praktik langsung.

Wakil Ketua UKM-Bahasa, Gabral Heldira, juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

“Bahasa adalah kunci untuk membuka peluang yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Manfaatkan organisasi ini sebagai wadah untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi,” jelasnya.

 



Jenis Berita     : Soft News

Penulis            : Ayu Putri Jamalia - 3B D4 Bahasa Inggris Untuk KBP

Editor              : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris Untuk KBP


 

 

Previous Post Next Post