Kedai
Ampera Saraso di Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (3
Mei /2026).
Foto:
Afra Fauziah / Crewpers
CREWPERS.ID
- Usaha kuliner tradisional masih menunjukkan eksistensinya di tengah
perkembangan berbagai jenis makanan modern. Salah satunya adalah Ampera Saraso
yang berlokasi di Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera
Barat. Tempat makan ini dikelola oleh Lola Anwar (42) dan telah beroperasi
sejak 1995.
Dalam keterangannya, Lola menjelaskan bahwa usaha
tersebut merupakan warisan dari orang tuanya. “Usaha ini awalnya dari orang tua
saya, lalu saya lanjutkan sampai sekarang,” ujarnya.
Ampera Saraso merupakan usaha yang dirintis oleh orang
tua Lola. Seiring berjalannya waktu, Lola melanjutkan pengelolaan usaha
tersebut. Hingga kini, usaha ini tetap mempertahankan konsep makanan rumahan
dengan cita rasa khas yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.
Setiap hari, Ampera Saraso buka mulai pukul 08.00
hingga 20.00 WIB. Selain itu, tempat makan ini menawarkan beragam pilihan menu,
seperti ayam bakar, ayam gulai, dendeng, pangek masin, serta ikan nila
goreng yang dapat disesuaikan dengan selera pelanggan.
Terkait menu, Lola menyebutkan bahwa beberapa makanan
yang paling diminati pelanggan di antaranya adalah pangek masin dan dendeng.
“Yang paling banyak diminati itu pangek masin dan dendeng,” jelasnya.
Salah seorang pembeli, Eli (51), juga mengungkapkan
kepuasannya terhadap makanan yang disajikan. Ia mengatakan bahwa rasa masakan
yang disajikan cocok dengan seleranya. “Rasa masakannya mirip dengan masakan
rumahan dan sesuai dengan selera saya,” ungkapnya.
Dari segi harga, Ampera Saraso menawarkan menu yang
sangat terjangkau. Satu porsi nasi dijual dengan harga Rp20.000, sementara lauk
atau sambal dibanderol seharga Rp12.000. Tersedia pula pilihan porsi double
seharga Rp23.000 bagi pelanggan yang menginginkan porsi lebih banyak.
Dengan mempertahankan kualitas rasa, variasi menu,
serta harga yang tetap bersahabat, Ampera Saraso terus menjadi pilihan
masyarakat sekitar. Keberadaan usaha ini mencerminkan bagaimana usaha kuliner
keluarga tetap mampu bertahan di tengah persaingan sekaligus menunjukkan bahwa
makanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Penulis : Afra Fauziah – 3B D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4
Bahasa Inggris untuk KBP
