![]() |
Panorama matahari terbenam terlihat dari kawasan Puncak Gado-Gado
(Paralayang), Kota Padang, Selasa (20 Mei 2026).
|
Foto: Karina Maharani / Crewpers |
CREWPERS.ID
- Di atas Bukit Gado-Gado, Kota Padang menghadirkan
dua sensasi sekaligus: keberanian untuk terbang di ketinggian dan keindahan
panorama alam yang memukau. Dikenal juga sebagai Puncak Macak atau Puncak Bukit
Gado-Gado, kawasan wisata ini berlokasi di Jalan Bukit Gado-Gado, Kelurahan Air
Manis, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Dari atas puncak ini, pengunjung
dapat menikmati panorama 360 derajat yang memadukan lanskap perkotaan, garis
pantai, dan cakrawala samudra dalam satu pandangan yang memikat.
Bagi banyak
pengunjung, tujuan utama datang ke Bukit Gado-Gado bukan hanya untuk mencoba
paralayang, tetapi juga menikmati momen golden sunset yang sudah
terkenal. Menariknya, perjalanan menuju spot terbaik untuk menyaksikan matahari
terbenam tidak terlalu melelahkan. Pengunjung hanya perlu melakukan tracking
ringan beberapa menit dari area parkir untuk mencapai titik dengan pemandangan
terluas.
“Untuk ke spot
lihat sunset di Bukit Gado-Gado, hanya perlu berjalan sedikit dari perkiraan.
Karena dari atas ketinggian, pandangannya jadi luas dan tempat yang langsung
menghadap matahari terbenam itu cantik sekali,” ujar Ridho Pratama (23),
pengunjung Bukit Paralayang Padang.
Tidak
membutuhkan tenaga ekstra, namun pemandangan yang didapat terasa begitu
memuaskan. Dari titik tertinggi, matahari yang perlahan tenggelam di cakrawala
barat menghadirkan gradasi warna jingga hingga merah yang membalut langit sore
Kota Padang.
Bagi
pengunjung yang ingin merasakan pengalaman lebih menantang, paralayang tandem
menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Bersama pilot bersertifikat,
wisatawan dapat melayang di udara sambil menikmati pemandangan Pantai Air
Manis, gugusan pulau, hingga lanskap Kota Padang dari ketinggian. Biaya terbang
tandem berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp550 ribu per orang, tergantung
penyedia jasa dan pilihan dokumentasi seperti kamera aksi.
Kawasan wisata
ini beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.30 WIB. Pengunjung hanya
dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp5 ribu serta biaya parkir kendaraan. Meski
akses menuju Bukit Gado-Gado tergolong mudah dilalui kendaraan roda dua maupun
roda empat, jalur tracking menuju puncak tetap memerlukan perhatian.
Pengunjung disarankan menggunakan sepatu tertutup yang nyaman karena jalur
cukup menanjak dan dapat menjadi licin setelah hujan. Selain itu, kondisi cuaca
juga perlu diperhatikan karena arah angin sangat memengaruhi aktivitas
paralayang.
Bagi wisatawan
yang ingin mencoba terbang tandem, disarankan melakukan konfirmasi terlebih
dahulu melalui komunitas paralayang setempat untuk memastikan kesiapan pilot
serta kondisi angin saat hari kunjungan.
Selain
panorama sunset, kawasan ini juga menghadirkan suasana malam yang
menarik. Setelah matahari tenggelam, lampu-lampu Kota Padang mulai terlihat
dari kejauhan, menciptakan pemandangan city light yang memikat dari atas
bukit. Tidak sedikit pengunjung yang memilih bertahan hingga malam hanya untuk
menikmati perubahan suasana tersebut.
Bagi para
fotografer, Bukit Gado-Gado menjadi lokasi favorit untuk berburu foto lanskap
maupun potret siluet saat matahari terbenam. Beberapa pengunjung bahkan datang
sejak sore untuk mendapatkan posisi terbaik sebelum langit berubah warna.
Kondisi cuaca yang cerah menjadi momen yang paling dinantikan karena panorama
laut dan garis pantai terlihat lebih jelas dari atas bukit.
Sementara itu,
keberadaan komunitas paralayang di kawasan ini juga menambah daya tarik wisata
Bukit Gado-Gado. Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung dapat menyaksikan para
atlet dan pilot paralayang lepas landas dari puncak bukit sebelum melayang di
atas kawasan Pantai Air Manis dan perairan sekitarnya. Pemandangan payung
paralayang berwarna-warni di langit senja menjadi atraksi tersendiri bagi
wisatawan yang datang.
Ridho Pratama
kembali menjelaskan bahwa pengalaman menikmati sunset di Bukit Gado-Gado terasa
berbeda dibandingkan tempat lain yang pernah ia kunjungi. “Kalau di sini
suasananya lebih tenang. Dari atas bisa lihat laut, pulau-pulau kecil, sampai
lampu kota saat malam mulai datang. Menurut saya itu yang bikin Bukit Gado-Gado
spesial,” katanya.
Dengan
perpaduan antara wisata alam, olahraga udara, dan panorama senja yang memukau,
Bukit Gado-Gado menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya memanjakan
mata, tetapi juga memberikan ketenangan bagi siapa saja yang datang menikmati
keindahannya.
Jurnalis: Karina Maharani - 3A D4 Inggris untuk KBP
Editor: Muhammad Ridwan Arpin - 3B D4 Inggris untuk KBP
