Mengintip Keseruan LCC UKM Bahasa PNP, Ajang Asah Bahasa PKTOS Genap 2026

 

Suasana pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat UKM Bahasa Politeknik Negeri Padang di Gedung E103 PNP pada Selasa, 5 Mei 2026

Foto: Najwa Chairunnisa Putri


CREWPERS.ID - Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Politeknik Negeri Padang diwarnai semangat kompetitif yang positif. Kompetisi yang digelar di Gedung E103 PNP pada Selasa (5/5/2026) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa sekaligus memperluas wawasan budaya internasional.

Perlombaan tahun ini diikuti oleh tujuh tim dari berbagai jurusan di Politeknik Negeri Padang. Selama perlombaan berlangsung, para peserta diuji melalui empat sesi utama, yaitu listening, reading, pengetahuan budaya Jepang, serta budaya Inggris. Setiap tim dituntut untuk menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Penanggung jawab lomba, Najwa Chairunnisa Putri, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa mahasiswa sekaligus melatih kerja sama tim dan daya saing antarpeserta. Ia juga menambahkan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi jika dilihat dari semangat mahasiswa selama perlombaan berlangsung.

“Menurut kami panitia, kualitas peserta tahun ini sangat baik. Para peserta menunjukkan kemampuan bahasa dan wawasan budaya yang cukup luas. Selain itu, semangat peserta juga sangat tinggi selama kompetisi berlangsung,” ujarnya.

Walaupun dengan suasana yang kompetitif, perlombaan juga diselingi momen lucu. Salah satunya terjadi pada sesi kebudayaan Inggris, ketika sebuah pertanyaan mengenai nama topi yang digunakan saat upacara kelulusan di Inggris dibacakan. Dengan lantang dan percaya diri, salah satu peserta justru menjawab “toga”, yang sontak memicu tawa riuh di dalam ruangan.           

Meski sempat diwarnai ketegangan pada babak rebutan poin, Tim dari Jurusan Bahasa Inggris akhirnya berhasil keluar sebagai juara pertama. Kemenangan tersebut diraih oleh duet Dessy Junaidi dan Yoesep Saputra setelah berhasil mengombinasikan kemampuan serta pengetahuan mereka.

Dessy menceritakan, kunci keberhasilan mereka terletak pada pembagian tugas yang matang dan chemistry yang kuat. Sebelum kompetisi, mereka bahkan memanfaatkan teknologi yang ada untuk memprediksi gambaran soal yang akan keluar.

“Jujur deg-degan, enggak nyangka banget bisa juara satu. Bagian paling menegangkan itu pas babak rebutan soal karena rasanya takut tapi excited juga,” ungkapnya.

Kesuksesan acara tahun ini pun memicu optimisme tersendiri bagi pihak penyelenggara. Najwa membeberkan bahwa panitia menyimpan harapan besar agar kompetisi serupa dapat terus bergulir setiap tahun, tentunya dengan cakupan yang jauh lebih megah.

"Panitia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan setiap tahunnya dengan konsep yang lebih menarik dan peserta yang lebih banyak," pungkas Najwa.

 

 





Penulis            : Najmi Amalia – 3a D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor             : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


 


Previous Post Next Post