![]() |
| sumber : rangkiangsumbar.com |
Atlet maraton Sumatera Barat, Iqbal
Saputra, akan berpartisipasi dalam ajang lari bergengsi dunia, Tokyo Maraton,
yang diadakan di Tokyo, Jepang. Iqbal, pelari kelahiran 1999 asal Sawahlunto
yang kini mewakili Kota Padang, pernah mencatat waktu 2 jam 28 menit 08 detik
saat mengikuti Sydney Maraton. Catatan tersebut menjadi motivasi baginya untuk
memperbaiki waktu tempuh saat berlaga di Tokyo.
Ia
menjadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi performa dan
meningkatkan catatan waktunya di nomor
maraton 42,195 kilometer. Tokyo Maraton merupakan salah satu seri World Maraton
Majors yang diikuti pelari-pelari elite dari berbagai negara. Bagi Iqbal, ajang
tersebut bukan hanya soal hasil akhir, melainkan bagian dari proses peningkatan
performa menuju target jangka panjang dalam kariernya. Menjelang keberangkatan, ia
menargetkan perbaikan personal best dengan torehan waktu yang lebih kompetitif.
Selain Iqbal, Indonesia juga diwakili oleh pelari nasional Agus Prayogo serta
dua atlet dari tim ASICS. Meskipun peluang untuk meraih podium tidak mudah,
Iqbal Saputra menegaskan bahwa prioritasnya adalah memperbaiki performa
pribadi. Ia juga memanfaatkan ajang ini sebagai sarana evaluasi dalam persiapan
menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2028. Dalam keikutsertaannya, Iqbal
mendapat dukungan dari Pocari Sweat serta dikenal sebagai brand ambassador
ASICS dan Pocari Sweat. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan
motivasi sekaligus membantu menunjang kesiapan Iqbal untuk bersaing di ajang
internasional. Sementara itu, pelatih Iqbal,
Andri, menilai keikutsertaan dalam Tokyo Maraton merupakan langkah strategis
dalam proses pembinaan atlet. Ia menilai pengalaman berlaga di ajang kelas dunia
sangat penting untuk membentuk mental bertanding, mengasah strategi lomba,
serta meningkatkan daya tahan atlet menghadapi ketatnya persaingan. Dikutip
dari Langgam.id, “Target realistis kami adalah memperbaiki catatan waktu. Jika
bisa mendekati atau bahkan menembus di bawah 2 jam 27 menit, itu sudah menjadi
progres yang sangat baik. Ajang ini sekaligus menjadi evaluasi program latihan
menuju PON 2028,” ujar Andri. Sebagai
atlet yang dibina oleh Kota Padang dan Komite Olahraga Nasional Indonesia
(KONI) Sumatera Barat, Iqbal diharapkan mampu membawa nama daerahnya
berprestasi di berbagai kompetisi, baik di dalam maupun luar negeri.
Penampilannya di Tokyo Maraton juga menjadi ujian penting bagi pelari jarak maraton
tersebut. Ia menargetkan peningkatan personal best, sementara hasil lomba di
Jepang akan menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi agenda olahraga nasional
empat tahunan yang akan datang. Jurnalis: Salsabila Khalisah 3A
D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor: Regina Putri 3A D4
Bahasa Inggris untuk KBP |
