Sekolah Rakyat Tanjung Alam Dibangun 2026, Target Tampung 3.000 Siswa dari Keluarga Miskin

 

Sumber : Kementerian PU

Pemerintah pusat akan membangun Sekolah Rakyat (SR) di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan. Proyek ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan kini memasuki tahap persiapan konstruksi fisik.

Persiapan lapangan dan survei teknis oleh tim ahli, termasuk dari PT Nindya Karya, telah dimulai sejak Februari 2026. Secara nasional, pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Dilansir dari Antarasumbar, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyebut dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas hibah lahan ini untuk kepentingan pendidikan,” ujarnya.

Lahan seluas 9,5 hektare untuk pembangunan sekolah tersebut merupakan hibah dari keluarga H. Daniel Sutan Sinaro yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pada 27 Februari 2026. Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga telah meninjau lokasi pembangunan pada 29 Januari 2026 sebagai bagian dari kesiapan proyek nasional tersebut.

Sekolah Rakyat ini dirancang menampung sekitar 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah. Pembangunan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 hingga Rp300 miliar dari pemerintah pusat.

Namun, kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan bagi keluarga kurang mampu di wilayah tersebut menjadi latar belakang utama pembangunan. Pemerintah menilai masih terdapat keterbatasan akses pendidikan di sejumlah wilayah, terutama bagi anak dari kelompok ekonomi rentan.

“Sekolah ini untuk anak-anak miskin dan rentan agar mereka bisa bersekolah seperti yang lain,” ujar Dony Oskaria, dikutip dari tanahdatar.go.id.

Selain ruang belajar, Sekolah Rakyat akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti asrama, rumah ibadah, lapangan olahraga, dan klinik. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kegiatan belajar sekaligus kebutuhan dasar siswa yang berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.

Di sisi lain, pembangunan sekolah berskala besar ini juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, terutama selama masa konstruksi hingga operasional sekolah. Meski demikian, pemerintah belum merinci dampak lanjutan seperti kesiapan tenaga pendidik, sistem seleksi siswa, serta integrasi sekolah dengan sistem pendidikan yang sudah ada di daerah.





Jurnalis            : Dina Safira – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


Previous Post Next Post