Potret Fajar Budiman Yusuf di The School of Mechanical
and Electrical Engineering, Liuzhou, Guangxi, Tiongkok.
Foto : Fajar Budiman Yusuf
CREWPERS.ID - Fajar Budiman Yusuf, mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang merantau
ribuan kilometer dari kampung halamannya untuk menempuh pendidikan di Negeri
Tirai Bambu, tepatnya di Liuzhou, Distrik Yufeng, Daerah
Otonomi Zhuang Guangxi, Tiongkok. Sejak Oktober 2025, mahasiswa
Jurusan Teknik Mesin angkatan 2023 itu menjalani kehidupan baru sebagai bagian
dari program kerja sama internasional yang menghubungkan dunia pendidikan
dengan industri global.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara
Politeknik Negeri Padang, Liuzhou Vocational and Technical University,
serta PT Liugong Machinery Indonesia. Skema ini memungkinkan mahasiswa
menempuh kuliah selama dua semester di Tiongkok, dilanjutkan dengan magang di
perusahaan global, hingga peluang kontrak kerja setelah menyelesaikan program.
Ketertarikan Fajar pada program tersebut berangkat dari
peluang yang ditawarkan. Selain pembiayaan kuliah dan uang saku bulanan,
pengalaman belajar langsung di lingkungan industri internasional menjadi daya
tarik utama. Di sisi lain, kesempatan mempelajari bahasa Mandarin juga menjadi
bekal penting, mengingat semakin banyak perusahaan di Indonesia yang
membutuhkan kemampuan tersebut.
Namun, jalan menuju program itu tidaklah mudah. Fajar
harus melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari psikotes, tes teknikal,
hingga wawancara. Persaingan dengan peserta lain dalam kuota terbatas menjadi
tantangan tersendiri, yang menuntut persiapan matang sejak awal.
Setibanya di Liuzhou, kesan pertama yang dirasakan
adalah pesatnya perkembangan kota. Lingkungan baru ini terasa lebih modern
dengan gedung-gedung tinggi dan jalanan yang luas. Sistem pembayaran digital
yang hampir sepenuhnya menggunakan kode QR menjadi pengalaman baru baginya.
Uang tunai bahkan jarang digunakan, tergantikan oleh aplikasi pembayaran
seperti WeChat Pay dan Alipay.
Dari segi akademik, perbedaan yang dirasakan tidak
terlalu signifikan. Sistem perkuliahan berjalan dengan teratur, diselingi waktu
istirahat singkat di setiap sesi untuk menjaga fokus belajar. Lingkungan kampus
juga mendorong interaksi yang cukup intens antara dosen dan mahasiswa.
Lain halnya dengan kehidupan di luar akademik yang
menuntut kemandirian. Fajar menjalani rutinitas harian di asrama bersama lima
mahasiswa lainnya, mulai dari mengikuti perkuliahan, belajar bahasa Mandarin,
hingga memasak. Setiap pekan, ia membatasi pengeluaran sekitar 200 yuan untuk
mengatur kebutuhan hidup.
Adaptasi menjadi salah satu tantangan yang tidak
terelakkan, terutama dalam hal komunikasi. Bahasa Mandarin menjadi hambatan
utama di awal, meskipun perlahan mulai teratasi melalui pembelajaran di kelas
dan pemanfaatan teknologi penerjemah. Perbedaan budaya juga terasa, terutama
dalam pola interaksi sosial yang cenderung lebih individual dibandingkan
kebiasaan di Indonesia.
Meski demikian, pengalaman tinggal di luar negeri membuka
perspektif baru bagi lelaki berusia 21 tahun ini. Fajar mulai terbiasa
menghadapi lingkungan yang aktif serta menuntut kedisiplinan dan konsistensi
dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dari kebiasaan sederhana seperti
mengatur waktu hingga keberanian mencoba hal baru, proses tersebut membentuk
kebiasaan yang lebih mandiri juga mengembangkan berbagai keterampilan hidup,
seperti kemampuan beradaptasi, manajemen waktu, dan problem solving,
yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Fajar berencana untuk melanjutkan karier di dunia
industri, baik melalui kesempatan kerja di Liugong Machinery Indonesia
maupun jalur lain seperti perusahaan milik negara atau seleksi aparatur sipil
negara. Pilihan tersebut menjadi bagian dari langkah panjang yang dimulai dari
keberaniannya mengambil peluang di luar negeri. Perjalanan Fajar dapat menjadi
motivasi serta bukti program kerja sama internasional dapat membuka jalan bagi
mahasiswa vokasi untuk menjangkau pengalaman global.
Jenis Berita : Feature
Penulis : Dina Safira – 3A
D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella –
3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
