Liaison Officer (LO) bertugas pada
acara INTENSE Education Fair 2026 di Politeknik Negeri Padang (21 April 2026)
Foto: Dokumentsi INTENSE Committee
CREWPERS.ID
– INTENSE Education Fair 2026 yang digelar di Gedung PKM, Politeknik Negeri
Padang (PNP) pada 21 April 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi pendidikan
internasional, tetapi juga ruang interaksi lintas budaya. Dalam kegiatan yang
menghadirkan belasan perguruan tinggi dari Taiwan ini, peran Liaison Officer
(LO) menjadi kunci penting dalam menjembatani komunikasi antara tamu asing dan
peserta.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari program kerja sama Indonesia dan Taiwan dalam
pengembangan talenta industri dan pendidikan vokasi. Melalui pameran pendidikan
ini, mahasiswa dan pelajar mendapatkan informasi terkait peluang studi,
beasiswa, hingga karier global di Taiwan.
Salah
satu LO, Puan Cita Iradat Pinayongan atau yang akrab disapa Nayo, menjelaskan
bahwa tugas utamanya adalah mendampingi tamu dan mengarahkan mereka selama
acara berlangsung. Ia juga memastikan tamu mengetahui posisi dan kebutuhan
mereka selama kegiatan.
“Aku
sebagai LO, jadi aku yang guide guest kita. Sama nanti nentuin
dimana mereka stand atau sit,” ujarnya.
Ia
menambahkan, tantangan terbesar dalam menjalankan peran tersebut adalah
kemampuan beralih bahasa secara cepat dalam waktu singkat.
“Ya
karena, gimana ya, kan sebagai translator. Jadi, setiap
detik, like every second, kita bakal change our language kan.
Jadi, itu yang susahnya kak,” ungkapnya.
LO
lainnya, Zaky Al Fikri, mahasiswa D4 Bahasa Inggris,
menyampaikan bahwa peran LO adalah menjembatani
kebutuhan tamu dengan operasional acara. Ia membantu tamu, termasuk delegasi
dari Taiwan, agar dapat berkomunikasi dengan mahasiswa PNP.
“Kebetulan
untuk tugas sebagai LO itu kurang lebih kita ngejembatanin tamu sama operational
acara,” jelasnya.
Menurut
Zaky, kendala yang sering muncul berasal dari perbedaan pengucapan bahasa
Inggris dari tamu asing, sehingga membutuhkan konsentrasi lebih dalam memahami
maksud mereka. Di sisi lain, tingginya antusias pengunjung yang memadati booth
juga menjadi tantangan dalam mengatur komunikasi.
Keterlibatan
para LO dimulai sejak masa persiapan. Nayo menyebut dirinya sudah mengikuti briefing
sejak dua minggu sebelum acara, sementara Zaky mulai terlibat sekitar satu
minggu sebelumnya hingga hari pelaksanaan.
Motivasi
mereka mengikuti kegiatan ini juga beragam. Nayo mengaku tertarik karena ingin
mendapatkan pengalaman pertama di acara internasional dan belajar menghadapi
tekanan.
“I
feel blessed, I feel great… So, I feel like really proud of myself,”
ungkapnya.
Sementara
itu, Zaky menilai keterlibatannya sebagai LO menjadi kesempatan untuk
memperluas relasi dan melatih kemampuan komunikasi dengan orang asing.
Jenis Berita : Soft News
Penulis :
Indah Simatupang – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
