Foto : Dokumentasi narasumber
CREWPERS.ID - Raihan Setiawan bukan nama yang asing di kalangan musisi muda yang
aktif tampil di berbagai gigs. Mahasiswa Sastra Inggris asal Bukittinggi yang
lahir pada 5 Juni 2004 ini telah menekuni dunia musik sejak usia dini. Baginya,
musik bukan sekadar hobi, melainkan bagian penting yang membentuk perjalanan
hidupnya hingga saat ini.
Ketertarikan
Raihan terhadap musik sudah muncul sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Ia
mulai akrab dengan musik dari kebiasaan sederhana di rumah, terutama saat mendengar
ibunya bernyanyi. Dari momen itu, perlahan tumbuh rasa suka yang kemudian
berkembang menjadi keseriusan.
Perjalanannya
dengan gitar dimulai ketika ia melihat sang abang memainkan alat musik
tersebut. Rasa penasaran membuatnya ingin mencoba, hingga akhirnya sang ibu
membelikannya gitar kecil yang masih ia simpan sampai sekarang. Selain itu,
pengaruh sang abang juga cukup besar dalam membentuk selera musiknya. Melalui
kumpulan lagu yang ia dengarkan sejak kecil, Raihan mulai mengenal berbagai
aliran, khususnya rock klasik hingga modern, yang justru langsung ia
sukai.
Memasuki bangku
sekolah menengah pertama, Raihan mulai menyalurkan minatnya dengan membentuk
band bersama teman-temannya. Mereka memainkan lagu-lagu favorit dan mulai
tampil di berbagai acara sekolah hingga festival band. Pengalaman tersebut
menjadi awal baginya untuk mengenal panggung dan tampil di depan publik.
Aktivitas
bermusiknya semakin berkembang saat duduk di bangku sekolah menengah atas.
Bersama band, ia mulai tampil secara reguler di kafe-kafe. Dari situ, ia
mendapatkan pengalaman yang lebih luas, tidak hanya dalam bermusik tetapi juga
dalam menghadapi penonton secara langsung. Hingga akhirnya, saat memasuki dunia
perkuliahan, Raihan memilih untuk memperluas langkahnya dengan menjadi solois, tanpa meninggalkan aktivitas ngeband. Ia juga mulai aktif
menciptakan karya sendiri dan tampil di berbagai acara gigs.
Bagi Raihan,
pengalaman bermusik yang paling berkesan tidak hanya datang dari panggung,
tetapi juga dari proses di baliknya. Ia menikmati saat mengulik berbagai
perlengkapan musik, seperti efek gitar dan karakter suara yang dihasilkan.
Proses eksplorasi tersebut membantunya menemukan identitas bermusiknya sendiri.
Selain itu, menulis lagu juga menjadi bagian penting yang memberikan kepuasan
tersendiri, terutama saat sebuah ide berhasil dikembangkan menjadi karya yang
utuh.
Dalam proses
berkarya, Raihan cenderung mengambil inspirasi dari hal-hal di sekitarnya. Ia
biasanya memulai dari aransemen musik, kemudian dilanjutkan dengan penulisan
lirik.
“Saya menulis
lagu dari apa yang terjadi di sekitar saya. Biasanya dimulai dari aransemen
musik, lalu saya menulis lirik,” ujarnya.
Meski terlihat
berjalan lancar, Raihan menyadari bahwa menekuni dunia musik memiliki tantangan
tersendiri. Ia harus mampu mengatur waktu antara kuliah dan aktivitas bermusik,
serta siap menghadapi berbagai risiko dan pengorbanan. Namun, ia mengaku telah
memahami porsinya masing-masing, sehingga dapat menjalani keduanya tanpa
berlebihan.
Ke depan, Raihan
berharap masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai musisi dalam negeri. Ia
menilai bahwa kualitas musisi tanah air tidak kalah dengan musisi luar negeri,
hanya saja masih membutuhkan dukungan yang lebih besar dari pendengar.
Bagi Raihan,
musik memiliki arti yang mendalam dalam hidupnya. Ia menganggap musik sebagai
pelengkap hidup, mengingat sebagian besar waktunya telah ia habiskan bersama
dunia tersebut. Dari gitar kecil yang ia miliki sejak masa kanak-kanak hingga
berbagai panggung yang kini ia jalani, musik telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari dirinya.
Jenis berita : Feature
Jurnalis : Indah Mahia Salma
Editor : Zahira Yelsa Ilyana
