Dari Gitar Kecil ke Panggung Gigs: Perjalanan Musik Raihan Setiawan


Raihan Setiawan tampil bersama band Mustika sebagai penampil pembuka (opener) untuk Band Perunggu di GOR Prayoga, Padang, 21 Juni 2025.

Foto : Dokumentasi narasumber



CREWPERS.ID - Raihan Setiawan bukan nama yang asing di kalangan musisi muda yang aktif tampil di berbagai gigs. Mahasiswa Sastra Inggris asal Bukittinggi yang lahir pada 5 Juni 2004 ini telah menekuni dunia musik sejak usia dini. Baginya, musik bukan sekadar hobi, melainkan bagian penting yang membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.

Ketertarikan Raihan terhadap musik sudah muncul sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai akrab dengan musik dari kebiasaan sederhana di rumah, terutama saat mendengar ibunya bernyanyi. Dari momen itu, perlahan tumbuh rasa suka yang kemudian berkembang menjadi keseriusan.

Perjalanannya dengan gitar dimulai ketika ia melihat sang abang memainkan alat musik tersebut. Rasa penasaran membuatnya ingin mencoba, hingga akhirnya sang ibu membelikannya gitar kecil yang masih ia simpan sampai sekarang. Selain itu, pengaruh sang abang juga cukup besar dalam membentuk selera musiknya. Melalui kumpulan lagu yang ia dengarkan sejak kecil, Raihan mulai mengenal berbagai aliran, khususnya rock klasik hingga modern, yang justru langsung ia sukai.

Memasuki bangku sekolah menengah pertama, Raihan mulai menyalurkan minatnya dengan membentuk band bersama teman-temannya. Mereka memainkan lagu-lagu favorit dan mulai tampil di berbagai acara sekolah hingga festival band. Pengalaman tersebut menjadi awal baginya untuk mengenal panggung dan tampil di depan publik.

Aktivitas bermusiknya semakin berkembang saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Bersama band, ia mulai tampil secara reguler di kafe-kafe. Dari situ, ia mendapatkan pengalaman yang lebih luas, tidak hanya dalam bermusik tetapi juga dalam menghadapi penonton secara langsung. Hingga akhirnya, saat memasuki dunia perkuliahan, Raihan memilih untuk memperluas langkahnya dengan menjadi solois, tanpa meninggalkan aktivitas ngeband. Ia juga mulai aktif menciptakan karya sendiri dan tampil di berbagai acara gigs.

Bagi Raihan, pengalaman bermusik yang paling berkesan tidak hanya datang dari panggung, tetapi juga dari proses di baliknya. Ia menikmati saat mengulik berbagai perlengkapan musik, seperti efek gitar dan karakter suara yang dihasilkan. Proses eksplorasi tersebut membantunya menemukan identitas bermusiknya sendiri. Selain itu, menulis lagu juga menjadi bagian penting yang memberikan kepuasan tersendiri, terutama saat sebuah ide berhasil dikembangkan menjadi karya yang utuh.

Dalam proses berkarya, Raihan cenderung mengambil inspirasi dari hal-hal di sekitarnya. Ia biasanya memulai dari aransemen musik, kemudian dilanjutkan dengan penulisan lirik.

“Saya menulis lagu dari apa yang terjadi di sekitar saya. Biasanya dimulai dari aransemen musik, lalu saya menulis lirik,” ujarnya.

Meski terlihat berjalan lancar, Raihan menyadari bahwa menekuni dunia musik memiliki tantangan tersendiri. Ia harus mampu mengatur waktu antara kuliah dan aktivitas bermusik, serta siap menghadapi berbagai risiko dan pengorbanan. Namun, ia mengaku telah memahami porsinya masing-masing, sehingga dapat menjalani keduanya tanpa berlebihan.

Ke depan, Raihan berharap masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai musisi dalam negeri. Ia menilai bahwa kualitas musisi tanah air tidak kalah dengan musisi luar negeri, hanya saja masih membutuhkan dukungan yang lebih besar dari pendengar.

Bagi Raihan, musik memiliki arti yang mendalam dalam hidupnya. Ia menganggap musik sebagai pelengkap hidup, mengingat sebagian besar waktunya telah ia habiskan bersama dunia tersebut. Dari gitar kecil yang ia miliki sejak masa kanak-kanak hingga berbagai panggung yang kini ia jalani, musik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.



Jenis berita : Feature

Jurnalis : Indah Mahia Salma

Editor : Zahira Yelsa Ilyana




 

Previous Post Next Post