
Poster Climate Festival Vol. 2 yang dilaksanakan pada 16-18 April 2026, di Taman
Budaya Sumatera Barat.
Foto: Tangkapan Layar Instagram
@climate.festvl
CREWPERS.ID - Festival
seni yang
bertajuk lingkungan yakni Climate Festival Vol.2 mengangkat tema “Voice
of The Earth Sumatera” digelar selama 3 hari yakni dari tanggal 16-18 April
2026 di Taman Budaya Kota Padang.
Festival ini menjadi bentuk respon terhadap meningkatnya krisis iklim.
Climate Festival Vol.2 merupakan festival yang
menggabungkan unsur seni dengan edukasi dan hiburan yang menarik. Hal ini
menjadi salah satu cara yang bagus untuk mengangkat isu terkait perubahan iklim
dan keadilan lingkungan. Berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan, mulai
dari diskusi publik, workshop jurnalisme hingga perlombaan
menarik seperti lomba konten kreator dan lomba menggambar.
Banyak band atau musisi tanah air
ikut memeriahkan konser yang diadakan oleh Climate Festival Vol.2 ini.
Deretan band atau musisi tersebut yakni ada The Venyamin,
Raze,
Ghost
Buster, Tardub,
Lintang
Utara, Western Tiger dan masih banyak lainnya. Keseruan dari penampilan para
band tanah air tersebut mengundang banyak sekali kebahagiaan dan riuh semangat
dari para penonton.
“Menurut aku konsernya asik banget
aku udah lumayan sering ikut konser dan aku ga nyangka kalau konser
taman budaya ini seasik itu bahkan jadi salah satu konser
terseru, pengalaman baru juga si bagi aku karna unik juga orang-orangnya
semangat tapi
itu yang bikin seru”,
ujar Luthfi Tsani Ranofan (21), Jurusan Teknik Informatika, Program Studi
Teknologi Rekayasa
Perangkat Lunak, yang turut menghadiri konser yang diadakan di Taman Budaya
Kota Padang tersebut.
Climate Festival Vol.2 juga turut memberikan
dampak positif kepada UMKM yang ada melalui undangan yang mereka bagikan melalui
instagramnya. UMKM bidang makanan, minuman dan produk kreatif dapat memeriahkan
acara dan juga dapat membawa semangat perubahan yang baik melalui cara
berjualan yang lebih sadar lingkungan.
Asyrafil Aulia Rasyid (21),
Mahasiswa
Jurusan Teknik Informatika,
pengunjung acara, mengatakan bahwa konser tersebut memiliki
konsep yang berbeda.“Uniknya konsernya ini itu konser amal, penonton cuman
donasi dan bisa nonton konser yang proper, biasanya konser yang ada itu kan
emang kebutuhan komersial, sedangkan konser ini juga fokusnya ke isu-isu yang
terjadi belakangan di Indonesia seperti pengaruh iklim dan kekerasan seksual."
ujarnya
Jenis Berita: Soft News
Jurnalis: Dinda Putri Miranti
– 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor: Lega Ariski
– 3B D4 Bahasa Inggris
untuk KBP