PNP Luncurkan Jalur Mandiri Konsorsium, Seleksi Politeknik Kini Terpadu Nasional

Direktur Politeknik Negeri Padang meresmikan jalur mandiri konsorsium di Gedung SBSN PNP, Rabu (7 April 2026).


Foto: Crewpers




CREWPERS.ID — Politeknik Negeri Padang (PNP) bersama sejumlah politeknik negeri di Indonesia meluncurkan jalur mandiri konsorsium sebagai sistem seleksi terpadu standar nasional untuk menyeragamkan standar penerimaan mahasiswa, disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, di gedung SBSN PNP, pada Rabu (7/4/2026).

Direktur PNP, Ir. Revalin Herdianto, Ph.D., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi antar politeknik dalam menyusun sistem seleksi yang lebih terintegrasi serta perluasan akses pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas penerimaan mahasiswa baru di seluruh Indonesia.

“Konsorsium itu seluruh politeknik bergabung. Soal ujian kita buat bersama, jadi setara dari sini sampai Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui sistem ini, soal ujian disusun secara nasional dengan tingkat kesulitan yang terstandar, sehingga hasil penilaian dapat setara di berbagai wilayah.

Jalur mandiri konsorsium ini dibentuk sebagai perbaikan dari sistem sebelumnya yang masih dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing kampus.

“Dulu politeknik mengerjakan sendiri-sendiri. Sekarang kita satukan dalam konsorsium supaya standar soal dan penilaian bisa diseragamkan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, seleksi menggunakan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dilaksanakan secara luring di kampus masing-masing pada 5 hingga 8 Juni 2026.

“Ujian online belum bisa dilakukan karena risikonya besar, seperti potensi diretas dan masalah kepercayaan. Jadi peserta harus hadir langsung,” katanya.

Hasil seleksi UTBK dijadwalkan diumumkan pada 14 Juni 2026, dilanjutkan dengan masa sanggah pada 15 hingga 22 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan lulus dapat melakukan pendaftaran ulang pada 18 hingga 30 Juni 2026.

Kuota jalur mandiri konsorsium ditetapkan maksimal 30 persen dari total penerimaan mahasiswa baru, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp250.000.

Pendaftaran dilakukan melalui sistem masing-masing politeknik, dengan fleksibilitas bagi peserta untuk memilih lebih dari satu kampus dalam konsorsium.

Melalui program ini, Direktur Politeknik Negeri Padang ingin membuka akses lebih luas dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas lulusan dan lingkungan kampus.

“Harapannya mahasiswa yang masuk benar-benar sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga kualitas lulusan meningkat dan kampus juga semakin dikenal,” tutupnya.




Jenis berita      : Hard News

Jurnalis           : Indah Simatupang – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


 

Previous Post Next Post