Dari Ekstrakurikuler ke Ajang Nasional: Perjalanan Paula Listi Raih Perak di PON Bela Diri 2025

Paula Listi meraih juara II dan memperoleh medali perak dalam ajang PON Beladiri yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 2025.

Foto: Paula Listi

CREWPERS.ID – Paula Listi, yang akrab disapa Paula, merupakan mahasiswi Politeknik Negeri Padang Program Studi Destinasi Pariwisata yang menjadikan pencak silat sebagai bagian penting dalam hidupnya. Ia lahir di Padang pada 14 Februari 2004. Baginya, pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan ruang untuk berkembang, mengasah kemampuan, serta menemukan potensi diri. Menurutnya, latihan dan pertandingan menjadi proses pembentukan diri yang menanamkan disiplin, ketekunan, serta kekuatan mental dalam menghadapi setiap tantangan.

Perjalanan Paula di dunia pencak silat dimulai sejak ia duduk di bangku SMP. Awalnya sederhana, ia diajak oleh temannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler silat di sekolah. Namun dari langkah kecil itulah, Paula menemukan sesuatu yang berbeda. “Silat tempat saya berkembang dan menemukan potensi dalam diri saya,” ungkapnya.

Seiring waktu, hobi tersebut berkembang menjadi keseriusan. Paula mulai menekuni latihan dengan lebih disiplin hingga akhirnya menjadi seorang atlet. Perjalanan awalnya tidak selalu mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah menjaga berat badan dan menghadapi tekanan dari pelatih. Namun, tekanan itu ia maknai sebagai dorongan positif agar bisa tampil lebih optimal saat bertanding.

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Paula adalah ketika ia mengalami kekalahan dengan selisih satu poin. Kekalahan tersebut menjadi momen refleksi yang penting. Ia belajar bahwa dalam pertandingan, strategi memegang peranan besar. Menurutnya, seorang atlet harus memahami juri yang menilai serta jenis tendangan yang berpotensi menghasilkan poin. Dari pengalaman itu, Paula menjadi lebih matang dalam mengatur strategi saat bertanding.

Di balik berbagai tantangan, ada pula momen membanggakan yang tidak terlupakan. Paula berhasil meraih juara II dalam ajang PON Beladiri di Kudus. Pencapaian ini menjadi salah satu titik tertinggi dalam kariernya sebagai atlet. Ia mengaku bahwa perjuangan untuk sampai ke titik tersebut sangat luar biasa, penuh latihan keras dan pengorbanan.

Saat ini, Paula tengah menjalani rutinitas latihan yang lebih intens. Ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi POPROV untuk Kota Padang. Latihan yang ia jalani kini lebih ditingkatkan lagi demi mencapai performa terbaiknya. Dalam proses ini, Paula tidak berjalan sendiri. Ia mendapat dukungan besar dari orang tua, pelatih, serta teman dekatnya Fina, yang menjadi partner latihan di klub.

Meski pernah merasa ingin menyerah, terutama saat menghadapi tuntutan untuk selalu memenuhi ekspektasi pelatih, Paula memilih untuk tetap bertahan. Ia menyadari bahwa potensi dan kelebihannya ada di pencak silat. Kesadaran inilah yang menjadi alasan kuat untuk terus melangkah maju.

Bagi Paula, pencak silat memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar seni bela diri. Ia melihatnya sebagai kombinasi antara kekuatan fisik, kecerdasan, dan strategi. Dalam setiap gerakan, tidak hanya tenaga yang dibutuhkan, tetapi juga kemampuan berpikir yang matang.

Paula memiliki harapan besar terhadap kariernya. Ia menargetkan untuk meraih juara dalam ajang PORSENI dan POPROV tahun ini. Dengan segala proses yang telah ia lewati mulai dari latihan keras, tekanan, hingga kekalahan yang membekas Paula terus melangkah dengan keyakinan bahwa pencak silat adalah jalan yang ia pilih untuk berkembang dan membuktikan kemampuannya.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Paula tetap berusaha menyeimbangkan antara pendidikan dan kariernya sebagai atlet. Baginya, keduanya sama penting dan saling mendukung dalam proses pengembangan diri. Dengan semangat dan konsistensi yang terus ia jaga, Paula berharap dapat mengharumkan nama daerah serta menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani mengembangkan potensi diri melalui bidang yang mereka tekuni.




Jurnalis: Sherlina Dwi Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Previous Post Next Post