Dari Refreshing Ke Kecanduan: Fenomena Mahasiswa Terjebak Game dan Dampaknya pada Kesehatan

Ilustrasi seseorang sedang memainkan game di ponsel saat bersantai

Foto: Pexels (I’m Zion)



CREWPERS.ID — Kebiasaan bermain game di kalangan mahasiswa yang awalnya hanya sebagai sarana refreshing kini mulai berubah menjadi kecanduan yang berdampak pada kesehatan. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan membuat banyak mahasiswa mencari hiburan instan, salah satunya melalui game. Namun, tanpa kontrol, kebiasaan ini justru memicu berbagai masalah.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang secara sederhana. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry (2024) menemukan bahwa sekitar 0,8 persen individu mengalami gaming disorder, sementara 8,4 persen lainnya berada dalam kategori penggunaan game bermasalah yang berpotensi berkembang menjadi kecanduan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak semua pemain game mengalami kecanduan, sebagian di antaranya berada dalam kondisi berisiko.

Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami perubahan pola hidup, terutama dalam hal waktu tidur dan konsentrasi belajar. Maisyah Saidah (21), mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang mengatakan bahwa awalnya ia hanya bermain game untuk menghilangkan penat.

“Awalnya cuma buat santai habis kuliah, tapi lama-lama jadi kebiasaan. Sekarang hampir tiap malam begadang karena main game,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Almer Farrel Ghifari (21), mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang.

“Saya sering pusing dan susah fokus di kelas. Tidur juga jadi tidak teratur karena main sampai larut malam,” ujarnya.

Sementara itu,  Karina Maharani (22), mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang menambahkan bahwa kecanduan game juga memengaruhi kehidupan sosialnya.

“Kadang jadi malas keluar atau kumpul sama teman. Lebih pilih di kamar main game, padahal itu bikin makin capek,” ungkapnya.

Penelitian lain dalam jurnal BMC Psychiatry (2024) menunjukkan bahwa penggunaan game yang tidak terkontrol berkaitan dengan meningkatnya stres, menurunnya kontrol emosi, serta terganggunya interaksi sosial. Temuan ini memperkuat bahwa dampak game tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental dan sosial.

Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Education Research (2024) menjelaskan bahwa kecanduan game dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal seperti kondisi psikologis, maupun eksternal seperti lingkungan dan kurangnya kontrol diri. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan bermain game berlebihan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh banyak aspek dalam kehidupan mahasiswa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penggunaan game yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk mengatur waktu bermain secara bijak agar tidak mengganggu aktivitas utama.

Mahasiswa diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab akademik demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

 



Jenis Berita     : Soft News

Penulis            : Adinda Aulia Putri – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

 

Previous Post Next Post