Diva Nofrisa, Mahasiswa D3 Bahasa Inggris Politeknik Negeri Padang, saat
meraih juara III dalam Kejuaraan Sriwijaya International Taekwondo Championship
2025 yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan.
Foto:
Diva Nofrisa
CREWPERS.ID
- Perjalanan dalam dunia olahraga sering
kali berawal dari sebuah kesempatan. Hal ini juga dialami oleh Diva Nofrisa
(18), mahasiswa Politeknik Negeri Padang jurusan Bahasa Inggris sekaligus atlet
taekwondo muda yang memulai perjalanannya melalui kegiatan ekstrakurikuler di
sekolah. Awalnya, ia tidak pernah membayangkan akan menekuni olahraga tersebut
secara serius. Namun, keputusan yang ia ambil saat duduk di bangku SMP justru
menjadi awal dari perjalanan panjangnya di dunia taekwondo hingga saat ini.
Diva
mulai mengenal taekwondo ketika ia masih berada di kelas 7 SMP. Saat itu,
sekolahnya menyediakan kegiatan ekstrakurikuler taekwondo yang terbuka bagi
para siswa. Pada awalnya, ia tidak memiliki alasan khusus untuk memilih
kegiatan tersebut. Ia hanya ingin mencoba sesuatu yang baru dan mengikuti
beberapa temannya yang juga mendaftar dalam ekstrakurikuler tersebut.
Seiring
berjalannya waktu, kegiatan yang awalnya hanya sekadar untuk mengisi waktu
luang mulai menjadi sesuatu yang lebih serius bagi Diva. Ia mulai belajar
berbagai teknik dasar, memahami disiplin dalam latihan, serta mengenal berbagai
aturan dalam olahraga taekwondo. Dari yang awalnya tidak memiliki pengalaman
apa pun, ia perlahan mulai berkembang dan menunjukkan kemampuan yang semakin
baik.
Perkembangan
tersebut membuat Diva mulai berani mengikuti berbagai kompetisi. Pengalaman
bertanding menjadi salah satu bagian penting dalam proses belajarnya. Melalui
kompetisi, ia tidak hanya menguji kemampuan teknik yang telah dipelajari selama
latihan, tetapi juga melatih mental dan kepercayaan dirinya.
Dalam
perjalanan tersebut, Diva juga telah mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat
pelajar maupun daerah. Beberapa di antaranya adalah Liga Pelajar Sumatera
Barat, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Kejuaraan Wilayah, hingga
Sriwijaya International Taekwondo Championship 2025 (SITC). Kesempatan untuk
mengikuti pertandingan di berbagai tempat juga memberinya pengalaman baru,
termasuk kesempatan untuk bertemu dengan atlet-atlet dari daerah lain.
Namun
perjalanan dalam dunia olahraga tentu tidak selalu berjalan mulus. Kegagalan
juga menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi oleh setiap atlet. Salah
satu pengalaman yang paling berkesan bagi Diva terjadi ketika ia mengikuti
Kejuaraan Wilayah di Sumatera Utara saat duduk di kelas 2 SMA. Dalam kejuaraan
tersebut, ia berhasil meraih medali perak.
Meskipun
meraih medali merupakan sebuah pencapaian, Diva merasakan perasaan yang cukup
campur aduk saat itu. Ia merasa bahagia karena berhasil membawa pulang medali,
tetapi di sisi lain juga merasa kecewa karena belum berhasil meraih hasil yang
lebih tinggi. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya untuk terus
memperbaiki diri dan berlatih lebih keras.
Selain
menghadapi tekanan saat bertanding, tantangan lain yang harus dihadapi Diva
adalah jadwal latihan yang cukup padat. Ia harus menjalani latihan dua kali
sehari untuk menjaga kemampuan dan meningkatkan performanya. Sesi latihan sore
biasanya dimulai dari pukul 16.00 hingga 18.00. Setelah itu, ia kembali
melanjutkan latihan pada malam hari dari pukul 19.00 hingga sekitar pukul
21.30.
Bahkan
pada hari libur, latihan bisa berlangsung lebih lama, mulai dari pagi hingga
malam. Kondisi tersebut tentu membutuhkan ketahanan fisik yang kuat serta
kedisiplinan yang tinggi. Tidak jarang rasa lelah muncul setelah menjalani latihan
yang panjang, tetapi Diva berusaha untuk tetap bertahan dan menjalani proses
tersebut dengan penuh semangat.
Ketika
tidak ada latihan resmi bersama tim, Diva tetap berusaha menjaga kemampuannya
dengan melakukan latihan mandiri. Ia biasanya berlatih dengan menendang target
atau melakukan berbagai gerakan teknik agar tubuhnya tetap aktif dan terbiasa
dengan gerakan taekwondo.
Bagi
Diva, taekwondo bukan lagi sekadar olahraga biasa. Taekwondo sudah menjadi
bagian penting dalam kehidupannya dan memberikan banyak pelajaran berharga
tentang disiplin, tanggung jawab, serta kekuatan mental dalam menghadapi
berbagai tantangan. “Bagi aku, taekwondo bukan cuma olahraga, tapi juga separuh
hidup aku,” ujarnya.
Kedepannya,
Diva berharap dapat terus meningkatkan kemampuannya serta meraih prestasi yang
lebih tinggi dalam dunia taekwondo. Dengan latihan yang konsisten dan semangat
yang terus terjaga, ia ingin membuktikan bahwa perjalanan yang dimulai dari
sebuah ekstrakurikuler sederhana dapat membawa seseorang menuju pencapaian yang
lebih besar.
Jenis Berita: Feature
Jurnalis:
Sherlina Dwi Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor: Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
