![]() |
Sekelompok
mahasiswa Politeknik Negeri Padang melakukan perjalanan pulang kampung
menggunakan sepeda motor di kawasan perbukitan, 12 April 2026.
|
Foto: Almer Farel Ghifari / Crewpers |
CREWPERS.ID — Bagi
banyak mahasiswa perantau, momen pulang kampung adalah hal yang paling ditunggu, terutama saat libur maupun momen tertentu seperti
hari raya. Demi menghemat biaya dan mendapatkan
fleksibilitas waktu, tidak sedikit mahasiswa yang memilih menempuh perjalanan
jauh menggunakan sepeda motor.
Namun, di balik perjalanan tersebut, ada risiko kesehatan yang sering diabaikan terutama pada mata. Perjalanan berjam-jam di jalan membuat mata terus terpapar angin, debu, dan cahaya, baik di siang maupun malam hari.
Hal ini
dirasakan oleh Metrisya (22), seorang mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga
Politeknik Negeri Padang, yang
rutin pulang kampung ke daerah asalnya menggunakan sepeda motor. Ia mengaku
perjalanan panjang sering kali membuat matanya tidak nyaman.
mahasiswa
Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Padang
“Kalau
pulang kampung, biasanya bisa 2 sampai 3 jam di jalan. Mata terasa perih,
apalagi kalau siang panas dan berdebu,” ujarnya.
Menurut
Metrisya, rasa tidak nyaman tersebut semakin terasa ketika ia memaksakan diri
untuk terus berkendara tanpa jeda. Fokus yang tinggi membuatnya jarang
berkedip, sehingga mata menjadi kering dan cepat lelah.
Tak
hanya itu, perjalanan malam juga membawa tantangan tersendiri. Sorot lampu
kendaraan dari arah berlawanan sering membuat pandangan menjadi silau.
“Kalau
malam itu lebih capek lagi di mata. Lampu kendaraan bikin silau, jadi harus
ekstra fokus,” tambahnya.
Selain Metrisya,
Zukri Ramadani (21), mahasiswa
Politeknik Negeri Padang, jurusan Teknik Elektro juga
menyampaikan pengalamannya, “Saya
biasanya pulang dua kali
sebulan dan melewati jalan yang cukup berdebu dan banyak truk besar. Hal ini mengakibatkan
mata perih dan merah belum
lagi angin yang buat mata kering. Karena itu saya
selalu pakai kacamata kalau berkendara pulang kampung” ujarnya.
Fenomena
ini cukup umum di kalangan mahasiswa rantau yang sering pulang kampung,
terutama saat libur panjang atau momen tertentu. Demi bertemu keluarga, banyak
yang rela menempuh perjalanan panjang tanpa memperhatikan kondisi tubuh secara
menyeluruh, sehingga berisiko
menyebabkan kelelahan dan gangguan penglihatan, khususnya pada mata, selama
berkendara.
Paparan angin dan debu secara terus-menerus saat
berkendara diketahui dapat memicu iritasi pada mata serta kondisi mata kering,
yang ditandai dengan rasa perih, sensasi seperti berpasir, dan gangguan
penglihatan. Hal ini dijelaskan dalam publikasi kesehatan oleh Cleveland
Clinic dan Harvard Health Publishing, yang
menyebutkan bahwa faktor lingkungan seperti debu, polusi, dan angin dapat
memperburuk kondisi mata dan menurunkan kenyamanan visual. Kondisi tersebut
berpotensi memengaruhi fokus pengendara saat berkendara dalam waktu lama.
Padahal,
mata memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan selama berkendara. Mata
yang lelah dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko di jalan.
Untuk mengurangi risiko
tersebut, pengendara disarankan menggunakan pelindung mata seperti kacamata,
beristirahat secara berkala setiap beberapa jam, serta menghindari berkendara terlalu
lama tanpa jeda. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kondisi mata
tetap optimal selama perjalanan.
Kini,
Metrisya mengaku mulai lebih memperhatikan kondisi dirinya saat perjalanan
jauh. Ia memilih berhenti setiap beberapa jam untuk beristirahat dan memastikan
matanya tidak terlalu lelah sebelum melanjutkan perjalanan serta menggunakan
kacamata saat berkendara.
Perjalanan
pulang kampung memang menjadi momen penuh kebahagiaan bagi mahasiswa. Namun,
menjaga kesehatan mata perlu menjadi perhatian utama agar perjalanan tetap aman
dan sampai tujuan dengan selamat.
Penulis : Dinda Yulia – 3A D4 Bahasa Inggris
KBP
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
