Screen Time Tinggi: Dampak Gadget Terhadap Kesehatan Mata dan Mental Mahasiswa

Ilustrasi penggunaan gadget yang menyebabkan kelelahan mata akibat screen time berlebihan.

Foto: hellosehat.com




Crewpers.id - Kehidupan mahasiswa masa kini semakin akrab dengan penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengerjakan tugas, mengikuti kelas daring, hingga mencari hiburan. Di lingkungan kampus seperti Politeknik Negeri Padang, pemandangan mahasiswa yang terpaku pada layar gadget selama berjam-jam telah menjadi norma baru. Namun durasi screen time yang tinggi juga mulai menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan mahasiswa.

Secara fisik, mata adalah organ pertama yang paling terdampak akibat layar dalam waktu lama. Paparan cahaya biru (blue light) dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan “Computer Vision Syndrome” (CVS).

Dampak ini dirasakan langsung oleh Adinda Aulia Putri (21), seorang mahasiswi Politeknik Negeri Padang yang mengalami penurunan kualitas penglihatan setelah intens menggunakan perangkat digital.

"Mata saya sekarang sudah minus 1,75. Awalnya cuma terasa sering perih dan berair kalau kelamaan menatap laptop, tapi ternyata setelah diperiksa, penglihatan saya sudah tidak normal lagi karena terlalu sering terpapar layar demi mengejar tugas," ujar Adinda.

Kondisi tersebut merupakan bukti nyata bahwa frekuensi berkedip yang berkurang saat menatap layar, sehingga mata menjadi lebih cepat kering. Jika dibiarkan tanpa jeda, risiko miopia atau rabun jauh seperti yang dialami oleh Adinda Aulia Putri akan terus meningkat secara signifikan di kalangan usia produktif.

Selain berdampak pada kesehatan mata, penggunaan gadget yang berlebihan juga mulai memengaruhi kondisi mental mahasiswa. Durasi penggunaan gadget yang berlebihan sering kali memicu kecemasan dan kelelahan mental bagi mahasiswa.

Hal ini dirasakan oleh Nafhizah Nabila H.P (21), seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang, yang mengakui bahwa gangguan pada matanya yang juga minus 1,00 memengaruhi kondisi psikologisnya, terutama saat ia merasa lelah karena kualitas istirahat yang terganggu akibat penggunaan ponsel sebelum tidur.

"Kalau sudah pegang HP sebelum tidur, niatnya cuma sebentar tapi tahu-tahu sudah lewat tengah malam. Besok paginya saya bangun dengan perasaan cemas, mata terasa berat, dan badan capek, sehingga sulit untuk fokus kuliah," ujar Nabila.

Sebagai upaya untuk mencegah perburukan kondisi mata, organisasi kesehatan mata seperti American Optometric Association dan American Academy of Ophthalmology merekomendasikan penerapan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, pengguna disarankan mengalihkan pandangan ke objek sejauh sekitar enam meter selama 20 detik. Aturan ini diperkenalkan oleh Jeffrey Anshel sebagai cara sederhana untuk mengurangi ketegangan mata akibat penggunaan perangkat digital. Rekomendasi ini juga dilaporkan oleh Medical News Today sebagai salah satu langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan mata.

Selain itu, melakukan "detoks digital" minimal satu jam sebelum tidur menjadi langkah krusial untuk menjaga kualitas tidur dan kesehatan mental agar produktivitas sebagai mahasiswa tetap terjaga.



Jenis Berita     : Soft News

Penulis            : Maisyah Saidah – 3A D4 Bahasa Inggris KBP

Editor              : Delia Novitri Delin – 3A D4 Bahasa Inggris KBP



 

Previous Post Next Post