Sejumlah
kendaraan melintas di tengah hujan deras
Foto:
Pinterest / Zarr Ajae
CREWPERS.ID
- Curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat Kota
Padang mulai lebih waspada terhadap kondisi kesehatan tubuh. Cuaca yang dingin
dan lembap dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit musiman seperti flu,
batuk, demam, hingga menurunnya daya tahan tubuh.
Berdasarkan
informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan
dengan intensitas ringan hingga lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah
Indonesia pada pertengahan Mei 2026, termasuk Sumatera Barat. Dalam laporan
potensi hujan sepekan periode 12–18 Mei 2026, BMKG menyebutkan bahwa hujan
signifikan masih berpotensi terjadi selama pertengahan Mei.
Di
Kota Padang sendiri, hujan kerap turun pada siang hingga malam hari. Kondisi
tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mengurangi aktivitas di luar dan
lebih memperhatikan kesehatan keluarga.
Rina
(32), warga Padang, mengatakan bahwa dirinya kini lebih rutin menjaga pola
makan dan menyediakan vitamin untuk keluarga sejak cuaca mulai sering berubah.
“Sekarang
hujan hampir tiap hari. Anak-anak juga lebih gampang flu, jadi kami berusaha
menjaga kesehatan dan mengurangi keluar rumah kalau tidak terlalu penting,”
ujarnya.
Menurut
Rina, perubahan cuaca yang tidak menentu membuat anak-anak lebih rentan
mengalami demam dan batuk. Ia juga lebih memperhatikan kebersihan rumah dan
memastikan anak-anak cukup beristirahat.
Hal
serupa juga dirasakan Rahma Alya (20), mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris
Politeknik Negeri Padang. Ia mengaku kondisi cuaca yang berubah-ubah belakangan
ini membuat kesehatannya menurun.
“Karena
hujan terus dan cuaca di Padang sekarang sering berubah-ubah, kondisi badan
jadi kurang fit. Saya jadi sering batuk dan flu, apalagi kalau aktivitas kuliah
sedang padat,” katanya.
Untuk
menjaga kondisi tubuh, Rahma mengaku mulai lebih rutin mengonsumsi vitamin dan
menjaga pola istirahat selama musim hujan berlangsung.
Selain
mahasiswa dan warga, dampak cuaca juga dirasakan oleh pekerja lapangan seperti
pengemudi ojek online. Andika Saputra (27) mengatakan hujan yang turun hampir
setiap hari membuat tubuh cepat lelah saat bekerja.
“Kalau
hujan terus badan cepat capek. Kadang pagi panas, sore hujan deras. Jadi harus
benar-benar jaga kondisi tubuh,” katanya.
Andika
mengaku kini selalu membawa jas hujan cadangan dan minuman hangat saat bekerja
untuk mengurangi risiko sakit akibat terlalu sering terkena hujan. Ia juga
mengatakan jumlah penumpang cenderung menurun saat hujan deras turun.
Selain
memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat, cuaca ekstrem juga meningkatkan
potensi bencana hidrometeorologi di Kota Padang. Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada
terhadap risiko genangan air, longsor, dan pohon tumbang selama cuaca ekstrem
berlangsung.
Genangan
air akibat hujan berkepanjangan juga perlu diwaspadai karena berpotensi menjadi
tempat berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah. Masyarakat diminta segera
membersihkan lingkungan sekitar rumah untuk mengurangi risiko penyakit selama
musim hujan berlangsung.
Dengan
kondisi cuaca yang masih belum menentu, masyarakat diharapkan terus memantau
informasi prakiraan cuaca dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan
apabila mengalami gejala penyakit yang berkepanjangan.
Penulis : Meliza – 3A D4 Bahasa Inggris
Editor : Delia Novitri Delin – 3A D4
Bahasa Inggris KBP
.jpg.jpeg)