Dari Ruang Redaksi ke Ruang Kelas, Perjalanan Vembi Fernando Menjadi Dosen Praktisi

 

Vembi Fernando, CEO Infosumbar, yang juga berperan sebagai dosen praktisi di Politeknik Negeri Padang.
Foto: Dokumentasi Vembi
Fernando


CREWPERS.ID - Menjadi dosen sekaligus memimpin media digital menempatkan Vembi Fernando di dua ruang berbeda: akademik dan industri. Di satu sisi, ia terlibat dalam pembelajaran di kampus. Di sisi lain, ia menjalankan peran di industri media yang turut membentuk pengalaman yang dibawanya ke ruang kelas. Dari keduanya, ia berupaya membawa pengalaman kerja ke dalam pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri.

Perjalanan itu bermula pada 2020 saat Vembi bergabung dengan Infosumbar di tengah pandemi Covid-19. Seiring waktu, salah satu tanggung jawab awal yang diemban adalah memimpin Infosumbar sebagai CEO. Ia dipercaya untuk mengembangkan Infosumbar lebih luas, tidak hanya sebagai media sosial, tetapi juga sebagai media jurnalistik yang berkembang. 

Dalam fase pengembangan itu, pertemuannya dengan Rahmatul Akbar pada 2021 menjadi salah satu momentum dalam pengembangan infosumbar.net sebagai unit usaha media jurnalistik murni. Langkah ini menjadi salah satu titik penting dalam memperluas peran Infosumbar di dunia media. Fase inilah yang menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman praktisnya di industri media, mulai dari pengelolaan media hingga pengembangan kerja jurnalistik yang kemudian turut dibawanya ke dunia akademik.

Kesempatan itu datang pada tahun 2022, ketika Politeknik Negeri Padang membuka peluang bagi praktisi untuk mengajar. Melalui kerja sama dengan Jurusan Bahasa Inggris, ia mulai membawa pengalaman industri ke ruang kelas, khususnya dalam bidang penulisan. Kerja sama itu juga diperkuat melalui nota kesepahaman antara Infosumbar dan Politeknik Negeri Padang sebelum berlanjut pada pelibatan praktisi dalam pembelajaran.

Vembi Fernando memandang peran mengajar sebagai cara menjembatani dunia akademik dan dunia kerja. Ia ingin mahasiswa, khususnya pendidikan vokasi, dapat memahami realitas industri sejak di bangku kuliah agar pembelajaran yang diterima mahasiswa tidak berhenti pada teori, tetapi relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang memahami bagaimana dunia kerja bergerak, sehingga setelah lulus mereka memiliki gambaran lebih jelas tentang arah yang ingin dituju. Menurutnya, mahasiswa vokasi memiliki keunggulan karena lebih dekat dengan praktik lapangan, sehingga perkuliahan dapat menjadi ruang awal untuk memahami arah dunia kerja.

Menjalankan dua peran sekaligus menghadirkan banyak tantangan, terutama dalam mengatur waktu. Jadwal mengajar dan pekerjaan sebagai CEO harus disesuaikan agar kedua peran itu dapat berjalan seiring. Tanggung jawab itu juga didukung oleh pembagian peran di lingkungan kerja, ketika tim turut membantu menjaga ritme pekerjaan saat ia mengajar. Di sisi lain, fleksibilitas pembelajaran, termasuk melalui perkuliahan daring saat diperlukan, turut membantu menjaga keseimbangan kedua peran tersebut

Melalui perannya sebagai dosen sekaligus praktisi, Vembi Fernando berupaya memberikan kontribusi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Ia menekankan pentingnya menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh serta memahami keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan kebutuhan industri.

Pengalaman industri yang dibawa Vembi Fernando ke ruang kelas juga tercermin dalam proses pembelajaran yang mengaitkan materi dengan praktik dunia kerja, terutama dalam penulisan berita. Pendekatan itu memberi mahasiswa gambaran yang lebih dekat tentang standar kerja dan penerapan materi di dunia profesional.

Di antara perannya sebagai dosen dan praktisi media, Vembi Fernando terus membawa pengalaman industri ke ruang kelas sebagai bagian dari upayanya menjembatani dua dunia tersebut, serta mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis yang ia jalani di industri.




Penulis            : Ivana Anindya Mulkan – 3B D4 Bahasa Inggris untuk KBP

Editor              : Rahma Aurella – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP


Previous Post Next Post