Tradisi Maarak Anak Daro, Simbol Kasih Sayang dalam Pernikahan Minangkabau

Suasana masyarakat mengarak pengantin dalam tradisi maarak anak daro di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Jumat (17 April 2026)


Foto : Crewpers


CREWPERS.ID — Tradisi maarak anak daro atau yang dikenal juga sebagai baarak bako masih terus dilestarikan oleh masyarakat Minangkabau, termasuk di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Jumat (17/04/2026). Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian prosesi pernikahan yang sarat makna kekeluargaan dan kebersamaan.

Maarak anak daro merupakan prosesi mengarak mempelai perempuan (anak daro) bersama mempelai pria (marapulai) oleh pihak bako (keluarga ayah) menuju rumah orang tua perempuan. Tradisi ini bertujuan untuk memperkenalkan silsilah keluarga, memberikan nasihat kepada kedua mempelai, serta mempererat hubungan antara pihak bako dengan anak pisang.

Prosesi arakan berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional seperti rebana, talempong, dan saluang. Rombongan keluarga berjalan bersama mengiringi pengantin, bahkan di beberapa kesempatan menggunakan kuda hias sebagai simbol kehormatan. Pengantin tampil anggun mengenakan pakaian adat Minangkabau, seperti baju kurung lengkap dengan suntiang.

Mardialis (45), warga setempat, menyebutkan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. “Tradisi ini bukan hanya sekadar arakan, tetapi bentuk kasih sayang dari keluarga bako kepada anak pisang yang sedang memulai kehidupan baru,” ujarnya.

Selain arakan, pihak bako juga membawa berbagai bawaan seperti makanan dan kain yang dijunjung di atas kepala sebagai simbol restu dan pemberian kepada mempelai. Setibanya di rumah anak daro, acara dilanjutkan dengan makan bersama dan pemberian hadiah sebagai tanda kebersamaan keluarga.

Hal senada disampaikan oleh Israwati (36), warga setempat yang turut serta dalam rombongan arakan. Ia menilai tradisi ini berfungsi sebagai perekat tali persaudaraan. “Melalui maarak anak daro, hubungan kekeluargaan menjadi lebih erat karena semua anggota keluarga terlibat langsung dalam prosesi,” katanya.

Tradisi maarak anak daro menunjukkan bahwa pernikahan dalam budaya Minangkabau bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga mempererat hubungan dua keluarga besar. Hingga kini, masyarakat di berbagai daerah di Padang terus menjaga tradisi ini sebagai warisan budaya yang penuh nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap keluarga.



Jurnalis: Zahira Yelsa Ilyana

Editor : Melani Azkarima


Previous Post Next Post