Suasana fasilitas
latihan di Amor Gym & Aerobic, Ranah Parak Rumbio, Padang Selatan, Kota
Padang.
Foto: Indah Permata Sari
CREWPERS.ID
– Tren latihan di pusat kebugaran (gym)
di kalangan mahasiswa terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring
berkembangnya gaya hidup sehat di kalangan generasi muda. Aktivitas ini
berkembang sebagai bagian dari olahraga kebugaran (fitness training)
yang menekankan latihan kekuatan, daya tahan, dan peningkatan performa fisik.
Berdasarkan
Strava Year in Sport Trend Report 2025, latihan angkat beban mengalami
peningkatan signifikan di kalangan generasi muda. Gen Z tercatat 61% lebih
banyak melakukan latihan angkat beban dibandingkan Gen X. Data juga menunjukkan
adanya peningkatan partisipasi perempuan dalam aktivitas fitness, dengan
kecenderungan 21% lebih tinggi untuk merekam aktivitas latihan mereka melalui
aplikasi kebugaran Strava pada tahun 2025.
Gym
kini menjadi salah satu bentuk olahraga yang banyak dipilih mahasiswa karena
menyediakan berbagai jenis latihan seperti angkat beban (weight training),
latihan kardio, hingga program pembentukan otot. Aktivitas ini tidak hanya
dilakukan secara individu, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas latihan
yang lebih terstruktur.
Mehdy
Mahda Fikiya (21), mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri
Padang, menilai latihan gym membantu meningkatkan konsistensi dalam
berolahraga. “Menurut saya bagus, karena membuat saya lebih disiplin dalam
latihan,” ujarnya.
Abdurahman
Zaki (21), mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, Politeknik Negeri Padang, mengatakan
bahwa latihan gym membuatnya lebih teratur dalam menjalani program
olahraga. “Sejak nge-gym saya jadi lebih konsisten dalam latihan dan
mulai mengatur program latihan saya,” katanya.
Sementara
itu, Indah Permata Sari (21), mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Putra
Indonesia, menyoroti bahwa dalam dunia fitness masih terdapat mahasiswa
yang belum memahami teknik latihan dengan benar. “Sebagian mahasiswa hanya
ikut-ikutan tanpa memahami program latihan, bahkan ada yang melakukan latihan
berlebihan,” ujarnya.
Syafira
Rahmadani (21), mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Putra Indonesia, mengaku
merasakan perubahan pada kemampuan fisik setelah rutin melakukan latihan di gym.
“Sejak rutin latihan, saya merasa lebih kuat dan lebih ringan saat
beraktivitas,” katanya.
Di
sisi lain, Raditya Alviqri (21), mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik
Negeri Padang, tetap melakukan latihan kebugaran dengan metode mandiri tanpa
selalu bergantung pada pusat kebugaran. Ia melakukan workout dari rumah
sebagai bagian dari rutinitas olahraga. “Saya biasanya melakukan jogging,
berenang, dan latihan beban seperti dumbbell di rumah,” ujarnya.
Kondisi
ini menunjukkan bahwa olahraga kebugaran semakin menjadi bagian dari gaya hidup
mahasiswa, yang tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tetapi juga pada
upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Seiring berkembangnya kesadaran tersebut, gym dan aktivitas fitness
lainnya diperkirakan akan terus menjadi pilihan utama di kalangan Gen Z dalam
menjalani pola hidup aktif dan seimbang.
Jenis Berita : Softnews
Jurnalis : Regina
Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor : Melani Azkarima – 3B
D4 Bahasa Inggris
