![]() |
Muhammad Rakha Faruq Ramadhan Endris (22) saat tampil sebagai drummer bersama bandnya di Fabric Bloc, HuluHilir Club, 10 Januari 2026.
Foto: Dok. Muhammad Rakha Faruq Ramadhan Endris.
CREWPERS.ID
- Bukittinggi tidak hanya dikenal dengan keindahan alam
dan kekayaan budayanya, tetapi juga melahirkan anak muda yang berani mengejar
mimpi melalui jalur yang tidak biasa. Salah satunya adalah Muhammad Rakha Faruq
Ramadhan Endris (22), seorang mahasiswa Teknik Manufaktur yang memilih dunia
musik sebagai ruang ekspresi sekaligus jalan untuk mewujudkan impiannya.
Rakha
lahir di Bukittinggi pada 21 Oktober 2003 dan mulai mengenal musik sejak usia
balita. Ketertarikannya terhadap musik tumbuh secara alami melalui kebiasaannya
mendengar berbagai jenis lagu di lingkungan sekitarnya. Dari sekadar menikmati,
ia mulai penasaran dan ingin mencoba memainkan musik secara langsung. Rasa
ingin tahu itulah yang menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia musik.
Pilihan
Rakha untuk menjadi seorang drummer menjadi bagian penting dari
identitasnya saat ini. Keputusan tersebut tidak lepas dari keinginannya untuk
mengambil jalur yang berbeda dari latar belakang keluarganya. Di balik set
drum, ia menemukan cara untuk mengekspresikan diri sekaligus menyalurkan energi
dan kreativitasnya. Musik bagi Rakha bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi
ruang pelarian dari rutinitas dan tekanan sehari-hari.
Perjalanan
bermusiknya semakin berkembang ketika ia bersama teman-temannya membentuk
sebuah band. Menariknya, band tersebut lahir dari momen sederhana, yaitu
kebiasaan nongkrong bersama. Dari obrolan santai, muncul ide untuk berkarya dan
menciptakan musik bersama. Kesamaan selera dan minat menjadi alasan kuat
terbentuknya grup tersebut. Tanpa perencanaan besar di awal, mereka memulai
langkah dengan tujuan sederhana, yaitu menyalurkan kreativitas dan menikmati
proses bermusik.
Dalam
proses kreatifnya, Rakha dan bandnya banyak terinspirasi oleh musik rock
klasik seperti Led Zeppelin dan Black Sabbath.
Energi yang kuat, karakter yang khas, serta kebebasan berekspresi dalam genre
tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Namun, mereka tidak hanya meniru,
melainkan berusaha menghadirkan sentuhan baru yang mencerminkan karakter
masing-masing personel.
Bagi
Rakha, salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan bermusiknya adalah
saat melakukan proses rekaman. Kegiatan ini tidak hanya sekadar merekam lagu,
tetapi juga menjadi ruang untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan menyempurnakan
karya. Di dalam studio, mereka dapat lebih fokus dan melihat secara nyata hasil
dari kerja keras yang telah dilakukan bersama.
Selain
itu, pengalaman tampil di berbagai acara juga menjadi bagian penting dalam
perjalanan bermusiknya. Setiap panggung memberikan cerita yang berbeda, mulai
dari interaksi dengan penonton hingga tantangan teknis yang harus dihadapi.
Meski tidak selalu berjalan mulus, pengalaman tersebut justru membuat mereka
semakin solid dan matang sebagai sebuah band.
Di
tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Rakha tetap berusaha menjaga
keseimbangan antara pendidikan dan passion. Musik menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupannya. Ia menjadikan musik sebagai cara untuk
mengekspresikan perasaan dan ide yang tidak selalu bisa diungkapkan dengan
kata-kata.
Ke
depan, Rakha berharap karya yang ia ciptakan bersama bandnya dapat dikenal oleh
lebih banyak orang. Ia ingin musik mereka tidak hanya didengar di lingkungan
sekitar, tetapi juga mampu menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan hingga ke
luar daerah. Harapan tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar,
berkembang, dan berkarya tanpa henti.
Kisah
Rakha menunjukkan bahwa mimpi dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dari
sekadar nongkrong bersama teman, ia mampu membangun perjalanan bermusik yang
penuh makna. Melalui konsistensi dan keberanian untuk berbeda, Rakha
membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menabuh mimpinya
sendiri, selama mau berusaha dan tidak berhenti melangkah.
Jenis
berita : Feature
Jurnalis:
Indah Mahia Salma 3B D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional
Editor
: Zahira Yelsa Ilyana 3B D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan
Profesional
