![]() |
Tiga atlet wushu berfoto bersama usai mengikuti ajang Wushu Antar
Sasana di GOR Agus Salim, Padang, pada Maret 2023. Friesky Harry tampak mengenakan
baju peach. Foto ini diambil sebagai dokumentasi setelah pertandingan.
|
Foto: Friesky Harry |
Friesky
Harry merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang dengan Program Studi D4
Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional yang berasal dari Kota
Solok dan juga merupakan salah satu atlet wushu yang telah menekuni olahraga
wushu sejak kecil. Ia mulai berlatih saat duduk di bangku kelas 3 sekolah
dasar. Ketertarikannya terhadap wushu berawal dari pengaruh sang ayah yang
mengenalkannya pada film-film aksi Tiongkok. Dari sana, minatnya tumbuh hingga
akhirnya wushu tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga bagian penting yang terus
ia jalani hingga sekarang.
Friesky
menjalani latihan di sasana Perguruan Wushu KSI Kodim 0309 Solok. Sebelum
memasuki dunia perkuliahan, ia mampu berlatih hingga tiga kali dalam seminggu.
Namun, setelah menjadi mahasiswa, intensitas latihannya berkurang menjadi satu
hingga dua kali seminggu karena keterbatasan waktu. Ia biasanya memanfaatkan
akhir pekan untuk latihan, sementara di hari biasa hanya melakukan latihan
fisik ringan setelah kuliah. Setiap sesi latihan berlangsung sekitar dua jam,
dimulai dengan pemanasan selama 30 menit yang dilanjutkan dengan jogging,
sebelum masuk ke latihan teknik dan peningkatan kemampuan.
Dalam
perjalanannya, Friesky menyadari bahwa tantangan terbesar sebagai atlet berasal
dari diri sendiri, terutama dalam melawan rasa malas dan menghadapi kerasnya
latihan. Selain itu, ia juga harus menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman dan
kemampuan yang lebih matang. Ia pernah mengalami penurunan performa, baik
karena cedera maupun kurangnya keseriusan saat latihan. Hal tersebut berdampak
langsung pada penampilannya saat bertanding, sehingga menjadi bahan evaluasi
penting bagi dirinya.
Meski
demikian, Friesky tetap memiliki keinginan kuat untuk mencapai level yang lebih
tinggi. Ia mengakui bahwa perasaan tidak puas terhadap pencapaiannya saat ini
justru menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. Namun,
perjalanan sebagai atlet tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah merasa jenuh
dan mempertanyakan arah tujuannya, terutama ketika usaha latihan dan hasil
pertandingan tidak berjalan seimbang seperti yang diharapkan.
Seiring
waktu, cara pandangnya terhadap dunia pertandingan mulai berubah. Ia menyadari
bahwa tidak semua kompetisi berjalan secara adil. Menurutnya, adanya praktik
kecurangan dapat memengaruhi semangat atlet, terutama atlet daerah yang
memiliki keterbatasan akses dan kesempatan. Hal ini menjadi salah satu realitas
yang harus dihadapi dalam dunia olahraga dan membentuk kedewasaannya dalam
bersikap.
Meski
menghadapi berbagai tantangan, Friesky telah meraih sejumlah prestasi, termasuk
juara tiga di tingkat nasional. Pengalaman pertamanya bertanding pada tahun
2015 menjadi momen penting baginya. Saat itu, meskipun belum memiliki
pengalaman, ia memberanikan diri untuk tampil berkat dukungan dari pelatih,
teman, dan keluarga. Hasilnya, ia berhasil meraih juara tiga, yang kemudian
menjadi awal semangatnya untuk terus berkembang dan percaya diri.
Selain itu, pengalaman mengikuti Pekan Olahraga Provinsi tahun 2016 juga memberikan kesan mendalam. Pada ajang tersebut, ia untuk pertama kalinya merasakan hasil dari dunia olahraga, yang semakin memotivasinya untuk berlatih lebih giat dan serius. Beberapa pertandingan yang paling berkesan baginya antara lain kejuaraan daerah pertamanya, Porprov 2016, serta kejuaraan Wushu Championship UNHAN-RI 2021 yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
![]() |
Friesky Harry P menempati peringkat ketiga dengan skor 8,95 pada nomor
Daoshu A putra dalam ajang UNHAN RI Multisport Championship 2021.
| Foto: Instagram @unhanwushuchampionship |
Dalam
pertandingan, Friesky menekankan pentingnya kekuatan mental. Menurutnya, mental
yang kuat sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. Untuk menjaga fokus,
ia biasanya menanamkan pola pikir agar tidak terlalu memikirkan hasil akhir
serta mengingat kembali latihan yang telah dijalani sebagai bentuk kesiapan
diri. Lebih dari sekadar meraih kemenangan, perjalanan di dunia wushu telah
membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tangguh. Dengan tekad
yang terus dijaga, ia berharap dapat melangkah lebih jauh dan membawa
kemampuannya menuju capaian yang lebih besar di masa yang akan datang.
Jurnalis:
Aflah Nadirah Amnelia – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP
Editor:
Regina Putri – 3A D4 Bahasa Inggris untuk KBP

