Suasana pengunjung saat menikmati
hidangan di Barak Ni An, kawasan Politeknik Negeri Padang, Selasa (8/4/2026).
Foto: Sarah Nurisma / Crewpers
CREWPERS– Di antara deretan barak
kuliner di kawasan Politeknik Negeri Padang (PNP), terdapat satu nama yang begitu
melekat di hati mahasiswa, khususnya dari Jurusan Administrasi Niaga dan Teknik
Sipil, yaitu Barak Ni An. Meski berada di lingkungan kampus yang dinamis dengan
persaingan kuliner yang ketat, warung ini mampu mempertahankan eksistensinya
selama hampir 20 tahun.
Banyak
pelanggan yang datang mengira nama “Barak Ni An” berasal dari ungkapan bahasa
Jambi yang berarti “sangat enak”. Namun, Mama Age (32), pengelola warung
sekaligus adik bungsu dari pemilik aslinya, mengungkapkan fakta unik di
baliknya.
"Nama
yang punya itu Uni An. Karena sering dipanggil 'Uni An, Uni An', akhirnya
orang-orang menyebutnya Barak Ni An. Nama aslinya memang Uni An," jelas
Mama Age.
Eksistensi
warung ini terbilang konsisten. Mama Age mengenang bahwa Barak Ni An sudah
berdiri sejak ia memiliki anak pertama, yang jika dihitung saat ini sudah
menginjak usia 18 tahun. Hingga kini, Uni An tetap menjadi sosok kunci di balik
dapur yang memasak seluruh menu yang disajikan untuk pengunjung yang umumnya
mahasiswa PNP.
Bagi
mahasiswa, Barak Ni An menjadi salah satu tujuan utama untuk mengisi perut di
sela jadwal kuliah yang padat. Salah satu pelanggan setianya, Niken, mahasiswa
jurusan Administrasi Niaga (ADM), mengakui bahwa cita rasa konsisten adalah
alasan utamanya selalu kembali ke sini.
"Aku
emang sering ke Barak Ni an,
jarang ke barak lain. Menu yang biasanya dipesan itu Minas (mi nasi goreng)
sama martabak mi. Rasanya emang beda dari yang lain," ungkap Niken saat
diwawancarai di sela waktu makannya.
Berdasarkan
keterangan Mama Age, berikut adalah daftar menu dan harga yang menjadi incaran
di Barak Ni an:
Berdasarkan
keterangan Mama Age, beberapa menu favorit di Barak Ni An antara lain lontong
gulai seharga Rp6.000, lontong pical Rp7.000, Minas (mie nasi goreng) Rp13.000,
serta pical ayam Rp16.000 yang menjadi menu paling laris meski harga ayam
sedang fluktuatif.
Dalam
sehari, masing-masing menu favorit ini dapat terjual antara 30 hingga 50 porsi.
Menariknya, tradisi memberikan Es Kosong gratis tetap dipertahankan bagi mereka
yang meminta, sebuah kemurahan hati yang sangat diapresiasi oleh kantong
mahasiswa.
Meski
melayani mahasiswa dari berbagai jurusan, Mama Age mencatat bahwa pelanggan
yang paling dominan datang ke Barak Ni An berasal dari jurusan Teknik Sipil dan
Administrasi Niaga. Hal ini menjadikan Barak Ni An bukan sekadar tempat makan,
melainkan ruang interaksi yang hangat dan saksi perjalanan akademik mahasiswa
PNP.
Dengan
sejarah panjang dan rasa yang tetap terjaga, Barak Ni An membuktikan bahwa
konsistensi rasa dan keramahan adalah kunci utama untuk tetap bertahan menjadi
legenda kuliner di lingkungan kampus.
Jenis Berita : Soft News – Kuliner
Penulis : Sarah Nurisma – 3B D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
Editor : Divia Putri Zen – 3B D4 Bahasa
Inggris untuk KBP
